KENALKAH JENIS KONSERVASI?

Rabu, 09 Januari 2013

Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Depok secara Revitalisasi dan Penataan Lingkungan Oleh : Windia Nirmala




Oleh    : Windia Nirmala
NIM    : 114100069
Kelas   : A

Foto 1 : Suasana Pantai Depok
Salah satu obyek wisata di Yogyakarta adalah pantai. Dari sekian banyak pantai di Yogyakarta, yang menjadi target tujuan wisatawan adalah Pantai Depok. Awalnya Pantai Depok hanya merupakan dermaga para nelayan. Namun, dalam kurun waktu sekitar lima tahun Pantai Depok berubah menjadi kawasan wisata baru yang menarik, bahkan pamornya melebihi Pantai Parangtritis. Perubahan kawasan pantai yang awalnya biasa menjadi kawasan pantai dengan nilai ekonomis yang tinggi tidak lepas dari peran masyarakat setempat, serta pemerintah daerah. Perencanaan wilayah pada dasarnya bukan suatu keharusan tanpa sebab, melainkan lahir dari adanya kebutuhan secara individual maupun kelompok masyarakat secara sendiri-sendiri melakukan perubahan-perubahan serta pengaturan-pengaturan ruang pada wilayahnya (Ernan Rustiadi, 2011:137).
Letak Pantai Depok berada sekitar 1 kilometer sebelah barat dari Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk menuju Pantai depok bisa ditempuh melalui jalur kearah barat dari Pantai parangtritis maupun jalan kecil ke kanan sebelum memasuki gerbang masuk kawasan wisata Pantai Parangtritis. Posisi Pantai depok yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta, dan jalan yang mulus membuat lokasi ini mudah dijangkau oleh wisatawan dengan kendaran roda dua maupun roda empat. Dengan membayar tiket masuk Rp 5.000,00 pengunjung sudah dapat menikmati pesona Pantai Depok. Pada hari biasa jumlah pengunjung berkisar 3.000 orang, dan pada hari libur dapat mencapai 10.000 orang.
Foto 2 : Pasar Ikan di Pantai Depok
Suasana Pantai Depok yang masih alami dan tidak kalah menarik dari pantai-pantai lainnya dapat dinikmati oleh pengunjung. Dengan fasilitas penunjang yang cukup lengkap seperti area parkir yang luas untuk kendaraan para pengunjung, masjid, toilet, pos tim SAR, dan tempat pelelangan ikan atau pasar ikan bagi masyarakat nelayan disana. Tak hanya keindahan alam pantai saja yang dapat dinikmati oleh pengunjung, di kawasan kampung nelayan ini, banyak warung dan lesehan seafood yang menyuguhkan berbagai macam hidangan yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
Menjelang sore, dan air mulai pasang, suasana Pantai Depok cukup indah. Suasana pantai yang nyaman dan sejuk dimanfaatkan oleh para pengunjung untuk menyaksikan kapal-kapal yang tengah menepi atau akan turun kelaut, menunggu peristiwa matahari terbenam, bermain bola, layang-layang, atau sekedar berfoto ria. Walaupun demikian, deburan ombak yang kencang cukup berbahaya sehingga para pengunjung dilarang mendekat terlalu jauh ke tengah laut. Untuk itu, perlu adanya pemantauan dan pengawasan yang ketat dari pihak keamanan.
Mengembangkan dan memanfaatkan keindahan bentuk fisik kawasan pariwisata Pantai Depok  adalah upaya untuk menarik jumlah jumlah pengujung. Akan tetapi dalam perkembangan suatu kawasan pariwisata seringkali mengabaikan kondisi fisik lingkungan, flora-fauna dan lainnya, sehingga pada akhirnya harus menanggung beban akibat perubahan kawasan itu sendiri. Padahal pariwisata sebagai kegiatan ekonomi dapat dikembangkan hanya dalam beberapa keterbatasan, sehingga memberikan keseimbangan yang harus tetap dipelihara di antara kenampakan alami lingkungan geografi (Jerzy Kozlowski, 1997:120).
Untuk itu, strategi yang digunakan untuk mengembangan kawasan Pantai Depok dilakukan melalui revitalisasi dan penataan kawasan, dengan cara pemugaran, konservasi (pelestarian) lingkungan maupun penataan kembali. Pemilihan strategi ini didasarkan pada kondisi kawasan dimana terdapat area yang kumuh (slum area). Dan wilayah pantai merupakan daerah yang sangat intensif dimanfaatkan untuk kegiatan manusia, seperti sebagai kawasan pusat pemerintahan, permukiman, industri, pelabuhan, pertambakan, pertanian/perikanan, pariwisata, dan sebagainya (Bambang Triatmodjo, 2008:3).
Jalan menuju Pantai Depok yang sempit dan tidak teratur serta  penerangan jalan yang minim (terutama di malam hari) dapat ditangani dengan pelebaran jalan dan menambah lampu-lampu jalan untuk penerangan. Karena dengan adanya pola jalan yang baik maka penataan bidang tanah dan bangunan akan mengikuti menjadi baik (Mulyono Sadyohutomo, 2009:141). Selain itu, pada permukiman nelayan harus dilakukan upaya penataan dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kawasan, serta mencerminkan arsitektur lokal sehingga dapat dimanfaatkan secara komersial untuk menarik pengunjung. Namun pembangunan diarahkan di sepanjang badan air dengan tetap mempertahankan keber-adaan ruang terbuka.
Permasalahan pembuangan air limbah kawasan Pantai Depok mengakibatkan badan air terkontaminasi. Masyarakat cenderung membuang air limbah langsung ke badan air. Sehingga pembuangan air limbah memerlukan penanganan khusus, karena muka air tanah yang tinggi serta menjadi muara daerah hulunya. Selain itu, terbatasnya ruang sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam penanganan sampah berakibat masyarakat membuangan sampah dengan dibuang/ditimbun di pinggir laut atau dibuang langsung ke laut sehingga mengurangi nilai estetika serta menimbulkan bau. Untuk itu perlu mempertimbangkan PP No. 20/1990 tentang pengendalian pencemaran Air dan kesadaran masyarakat di kawasan Pantai Depok.
Kawasan sekitar pantai harus diciptakan tetap menarik dan nyaman untuk dikunjungi. Untuk tetap menambah keasrian Pantai Depok dapat ditanami jenis vegetasi spesifik seperti tanaman bakau yang dapat berfungsi untuk mencegah abrasi (erosi pantai), serta menjadi pemandangan alami. Keberadaan budaya masyarakat juga harus diperhatikan dan dipadukan dengan pengelolaan lingkungan, didukung dengan kesadaran masyarakat untuk tetap melindungi/mempertahankan keutuhan fisik kawasan Pantai Depok.
Foto 3 : Sunset di Pantai Depok
Kawasan wisata Pantai Depok juga perlu di tunjang oleh program-program seperti pemanfaatan ruang kawasan (indoor atau outdoor), dengan menambah fasilitas seperti sarana untuk kegiatan upacara keagamaan, pusat-pusat penelitian yang berhubungan dengan kawasan pantai ini, penginapan untuk para pengunjung, resort, area bermain, resto-resto yang menyajikan makanan laut (seafood) dimana proses penyajian/pelayanan dengan nuansa berbeda dan terkesan lebih modern, menyediakan wastafel tempat cuci tangan, tempat duduk untuk bersantai, penyewaan kuda untuk pengunjung.
Perbaikan fasilitas yang sudah ada juga perlu dilakukan, seperti merenovasi masjid, menambah jumlah toilet, memperluas area parkir, menyediakan tempat sampah, dan lain-lain. Dengan demikian kawasan Pantai Depok ini dapat menjadi kawasan yang lebih menarik. Untuk mencapai semua itu, perlu adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah.



DAFTAR PUSTAKA
Rustiadi, Ernan, dkk. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor : Jakarta.
Sadyohutomo, Mulyono. 2009. Manajemen Kota dan Wilayah.  Bumi Aksara : Jakarta.
Kozlowski, Jerzy. 1997. Pendekatan Ambang Batas dalam Perencanaan Kota, Wilayah dan Lingkungan. UI-Press : Jakarta.
Triatmodjo, Bambang. 2008. Teknik Pantai. Beta Offset : Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Revitalisasi Kawasan