KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Rabu, 11 Desember 2013

Penataan Pedagang di Kawasan Pelabuhan Kecamatan Obi Utara

Penataan Pedagang di Kawasan Pelabuhan Kecamatan Obi UtaraKabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara

Oleh :
Muhammad Saifullah Nidjar
114 070 069

Potensi Unggulan
Melalui peraturan daerah no 8 tahun 2007 tentang pembentukan kecamatan dalam wilayah kabupaten Halmahera selatan maka jumlah kecamatan bertambah menjadi 30 yang terdisi dari 249 Desa. Salah satu kecamatan yang baru dimekarkan tersebut adalah kecamatan Obi Utara. Kecamatan Obi Utara terdiri dari tujuh desa yang berkedudukan di wilayah pesisir. 
Potensi Unggulan
Potensi unggulan seperti, aneka hasil laut, cengkeh, pala, kelapa dan lada, Tambang emas, batu bara, timah, nikel dan Budidaya mutiara. 

Mayoritas desa- desa di Kabupaten Halmahera selatan atau kurang dari 98 persen terletak didaerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dikelilingi laut. 

 Sektor perhubungan laut memegang peran penting dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat setempat, sehingga hampir di setiap desa memiliki pelabuhan atau dermaga.

Fungsi Pelabuhan:
1.Sebagai pintu gerbang untuk memajukan daerah dibelakangnya (hinterland) secara Ekonomi.
2.Memajukan Sosbud daerah sekitarnya, sehingga perlu filter untuk mencegah dampak sosbud dari luar.
3.Sebgai pertahanan keamanan negara

 Kondisi yg sangat memprihatinkan karena pedagang sebagian besar dari kalangan Ibu rumah tangga, 


kedudukanya sangat strategis sebagai pelabuhan yang menghubungkan antara kecamatan, kabupaten dan provinsi lain di kawasan Maluku Utara dan Timur Indonesia. saat ini terdapat terdapat tujuh unit kapal Motor yang aktif beroperasi bergantian setiap harinya.

Menjamurnya pedagang di atas dermaga. Pedagang memanfaatkan keramaian pelabuhan untuk mendulang Rupiah, tidak tanggungg-tanggung mereka rela berdesak-desakan dengan penumpang dan buruh pelabuhan yang sibuk dengan kegiatan bongkar muat sehingga  sangat rentan terjadi adu mulut dan perkelahian antara pihak-pihak yang berkepentingan tersebut sehingga sangat rentan terjadi konflik sosial. 
keberadaan pedagang di atas dermaga selain membawa berkah juga menimbulkan masalah baru seperti problem kesahatan, memicu konflik social, dan mengganggu fungsi pelabuhan.

Seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama mencari solusi pengeolaan kawasan pelabuhan seperti:
1.Pembentukan kelompok usaha
2.memberikan pendampingan dan pelatihan keterampilan
3.menyediakan tempat khusus yang dapat diakses oleh
konsumen.




Selasa, 10 Desember 2013

Revitalisasi Kawasan Wisata Telaga Jonge di Gunung Kidul


Oleh : Denta Wahyu Herlambang
Nim : 114100011
Kelas : A

            Telaga Jonge merupakan objek wisata telaga yang terdapat di Pedukuhan Jone, Desa Pancarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta . Terletak kurang lebih 7Km arah timur kota Wonosari dan atau 5Km arah barat Kecamatan Semanu. Telaga Jonge yang luasnya hampir 3 hektar dengan dikelilingi hutan buatan sebagai perindang sehingga asri.
            Telaga Jonge tidak pernah kering sepanjang tahun. Airnya masih dimanfaatkan untuk mandi warga sekitar, jika musim kemarau panjang. Tempat ini juga merupakan objek wisata yang murah meriah bagi pengunjung baik penduduk lokal dan luar daerah. Awalnya Telaga Jonge hanya merupakan tempat sumber air untuk masyarakat sekitar Namun, sekarang Telaga Jonge berubah menjadi kawasan wisata baru yang menarik Tempat ini ramai di sore hari yang didominasi oleh muda mudi untuk menikmati keindahan tempat ini. Tempat ini juga memiliki 3 sepeda air yang dibandrol Rp.3.000,00 untuk memutari Telaga ini. Perubahan kawasan Telaga yang awalnya biasa menjadi kawasan telaga dengan nilai ekonomis yang tinggi tidak lepas dari peran masyarakat setempat, serta pemerintah daerah.  Perencanaan wilayah pada dasarnya bukan suatu keharusan tanpa sebab, melainkan lahir dari adanya kebutuhan secara individual maupun kelompok masyarakat secara sendiri-sendiri melakukan perubahan-perubahan serta pengaturan-pengaturan ruang pada wilayahnya (Ernan Rustiadi, 2011:137). 

Foto 1: Telaga Jonge

Foto 2 : Sepeda Air untuk memutari Telaga Jonge

          Sasaran pengunjung pada obyek wisata telaga Jonge ini adalah adanya wisata air, wisata religi dan wisata budaya. Tempat ini dapat dikatakan sebagai tempat khusus karena air dari tempat ini atau telaga ini tidak pernah kering hanya berkurang pada saat musim kemarau, mungkin karena beberapa tempat atau wilayah disekitar tempat ini yang masih terjaga kelestariannya dicirikan oleh pertumbuhan pohon-pohon besar di sekitar danau ini, sehingga cadangan air tanah tidak pernah habis meskipun musim kemarau tiba. Keistimewaan lain dari tempat ini adalah konon jaman dahulu digunakan sebagai tempat pemakaman untuk sapi-sapi yang meninggal karena penyakit atau lainnya. Dan tempat untuk menguburnya di tengah ditandai dengan tiang beton cor. Di tempat ini juga tersedia di lapak pedagang yang menyediakan makanan ringan dan menu makan siang serta untuk mie ayam, bakso, nasi dan sebagainya.Tempat lain yang sering dikunjungi di tempat ini adalah makam seorang kyai disebelah balai atau ruang di mana orang shalat dan meminta untuk kebutuhan mereka. Hal ini juga sering digunakan untuk melakukan upacara adat seperti Janggrung dilakukan setiap 5 tahun sekali, dan juga melakukan Rasulan setahun sekali.
            Hal ini dapat dikatakan sebagai tempat khusus karena air dari tempat ini atau telaga ini tidak pernah kering hanya berkurang pada saat musim kemarau, mungkin karena beberapa tempat atau wilayah disekitar tempat ini yang masih terjaga kelestariannya dicirikan oleh pertumbuhan pohon-pohon besar di sekitar danau ini, sehingga cadangan air tanah tidak pernah habis meskipun musim kemarau tiba. Keistimewaan lain dari tempat ini adalah konon jaman dahulu digunakan sebagai tempat pemakaman untuk sapi-sapi yang meninggal karena penyakit atau lainnya. Dan tempat untuk menguburnya di tengah ditandai dengan tiang beton cor.
            Dalam setiap tahunnya, Telaga Jonge kerap digunakan untuk melakukan prosesi upacara adat. Masyarakat sekitar maupun masyarakat dari luar daerah biasa menyebut upacara adat tersebut dengan sebutan Upacara adat bersih Telaga Jonge. Upacara adat bersih telaga Jonge diselenggarakan saat menjelang awal musim penghujan, sekitar bulan Oktober, atau Jumadhilakir bulan Jawa. Untuk meramaikan suasana pada malam menjelang pelaksanaan upacara diadakan pertunjukan kesenian. Sebelum acara selamatan dilaksanakan terlebih dahulu dipentaskan kesenian yang ada di daerah tersebut seperti reog, jathilan dan kesenian lain dan diakhiri hormat di depan petilasan kyai Jonge.
Adapun tujuan program pelestarian Kawasan Pusaka (Laretna, 2003) adalah :
a. Membangun kepedulian banyak pihak dalam pelestarian pusaka.
b. Menjadi acuan perencanaan dan pengelolaan pelestarian secara berkesinambungan dan menyeluruh.
c. Mendorong kemandirian bagi masyarakat untuk mampu mengelola kawasan bersejarahnya.
d. Menjembatani kolaborasi lintas sektor, bidang ilmu dan keahlian yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan pelestarian.
e. Meningkatkan kualitas lingkungan kawasan bersejarah dan pendapatan masyarakat.

Foto 3: Upacara Adat Bersih Telaga Jonge

             
            Untuk melakukan kegiatan revitalitas dan rekronstruksi kawasan wisata Telaga Jonge diperlukan kerja sama yang baik kepada masyarakat. Hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang meliputi dari perencanaan local dan regional yang bersifat buttom-up, manajemen local dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan (Mulyono Sadyohutomo, 2008). Sejauh ini pengelolaan telaga Jonge dibangun oleh masyarakat sekitar dengan fasilitas seadanya. Ada baiknya pemerintah perlu ikut campur tangan untuk merevitalasasi kawasan ini secara maksimal. Adapun konsep revitalisasi yang akan dilakukan yaitu perlu ditambahkan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya untuk memberikan kenyamanan ekstra kepada pengunjung seperti fasilitis indoor dan outdoor. Misalnya adalah, perbanyakan dan renovasi toilet, tempat penginapan,restoran dan penambahan sepeda air. Fasilitas pendukung seperti penginapan ini bisa memberikan manfaat bagi pengunjung yang berasal dari luar kota sehingga tidak memerlukan waktu untuk menempuh lokasi Telga Jonge ini. Hal ini tentunya memberikan suasana yang berbeda bagi pengunjung yang berasal dari perkotaan. Diharapkan dengan ditambanhnya tempat penginapan dapat memberikan pendapatan yang lebih bagi masyarakat karena dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Selain itu juga didukung dengan adanya restoran yang menyajikan makanan trdisional khas dari desa Pancarejo. Hal ini berpeluang besar bagi kawasan wisata seperti Telaga Jonge. Adanya upacara adat bersih telaga Jonge yang dilakukan setiap tahun, dan adanya penampilan kesenian daerah seperti reog, jathilan dan kesenian lain maka perlu dibangun faslitas yang mendukung acara ini,seperti dibuat gedung yang di peruntukkan khusus sebagai tempat untuk menampilkan acara kesenian tersebut.
            Dengan melakukan kegiatan revitalisasi ini akan berdampak pada lingkungan, seperti ada penebangan pohon yang mana lahannya akan digunakan untuk pembangunan. Dan untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang buruk maka, penebangan pohon hanya dilakukan seperlunya dan pada bangunan yang baru dibangun di sekitar bangunan tersebut bisa ditanami tumbuhan kecil seperti bunga yang bertujuan agar tempat ini tetap asri.


Daftar Pustaka
Adhisakti, Laretna T, 2003. Revitalisasi Kawasan Pusaka di Berbagai Belahan Bumi, Harian Kompas, Minggu, 13 November 2003.
Rustiadi, Ernan, dkk. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor : Jakarta.

Sadyohutomo, Mulyono. 2008. Manajemen Kota dan Wilayah. Bandung. Bumi Raksa


           






Revitalisasi Kawasan Wisata Gunung Kendil Desa Ponjong Gunung Kidul


Oleh : Chelsea Afrillini
Nim : 114100061
Kelas : A

Wisata Gunung Kendil terletak di Padukuhan (Dusun) Ponjong, Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul,Yogyakarta kurang lebih sebelas km ke arah timur laut kota Wonosari.  Koordinat GPS: S7°58'47" E110°43'14" (lihat peta). Disebut juga sebagai Taman Kyai Moyo karena lokasi Gunung Kendil pertama kali dibuka dan dikelola oleh Mbah Moyo Retno. Terdapat sebuah sumber mata air melimpah yang keluar dari batu besar di atas bukit. Gunung Kendil merupakan tempat wisata ritual yang cukup dikenal diwilayah ini.

Foto 1: Gerbang obyek wisata Gunung Kendil

          
    Kawasan Gunung Kendil dulu merupakan perbukitan atau gunung batu dengan banyak ditumbuhi pohon jati. Orang mungkin tidak akan mengira bahwa di atas bukit berbatu ini terdapat mata air yang debitnya luar biasa besar. Sekitar tahun 2008, Mbah Moyo Retno melakukan pengeboran, bukan di tempat yang biasa tetapi di sebuah batu besar. Pengeboran dilakukan sampai kedalaman sekitar tujuh puluh dua meter hanya menggunakan satu mata bor hingga berhasil mengeluarkan air yang ada di dalam tanah. Tepat di batu besar itulah air mengalir deras yang dialirkan keluar dengan pipa pralon untuk dimanfaatkan warga dan pendatang yang membutuhkan. Pancuran air juga dimanfaatkan untuk terapi kesehatan. Air Gunung Kendil bisa langsung diminum dan menjadi sarana penyembuhan penyakit karena mengandung mineral tinggi dan biomagnetik. Hal ini didukung oleh hasil pengujian laboratorium yang menyatakan air bersih Gunung Kendil sangat layak untuk dikomsumsi sebagai air minum.

Foto 2: Mata air dari bongkahan batu

            Di obyek wisata Gunung Kendil ini terdapat 1 kolam renang ukuran kecil untuk anak-anak di sebelah timur sumber air atau selatan Pendopo. Sedangkan 2 kolam renang untuk remaja dan dewasa di sebelah Barat dan Utara Pendopo. Gunung Kendil merupakan salah satu obyek wisata Gunungkidul yang unik, bisa digolongkan wisata tirta karena terdapat sumber air yang melimpah beserta sarana kolam renang. Termasuk juga  wisata religi dan wisata rohani karena terdapat pondok pesantren dan masjid untuk beribadah atau memperdalam ilmu agama serta manfaat air untuk terapi penyembuhan penyakit. Pengunjung  juga bisa medapatkan ARDO, air minum Gunung Kendil yang telah disterilkan agar lebih hiegenis sekaligus telah dikemas dalam botol.

Foto 3: kolam renang dan air ARDO
   Adapun sasaran pengunjung pada obyek wisata Gunung Kendil ini yaitu, wisata air dan wisata rohani dimana terdapat 1 kolam berenang ukuran kecil untuk anak-anak di sebelah timur sumber air atau selatan Pendopo. Sedangkan 2 kolam renang untuk remaja dan dewasa di sebelah Barat dan Utara Pendopo. Gunung Kendil merupakan salah satu obyek wisata Gunungkidul yang unik, bisa digolongkan wisata tirta karena terdapat sumber air yang melimpah beserta sarana kolam renang. Termasuk juga  wisata religi dan wisata rohani karena terdapat pondok pesantren dan masjid untuk beribadah atau memperdalam ilmu agama serta manfaat air untuk terapi penyembuhan penyakit. Pengunjung  juga bisa medapatkan ARDO, air minum Gunung Kendil yang telah disterilkan agar lebih hiegenis sekaligus telah dikemas dalam botol.

            Mengembangkan dan memanfaatkan sumber air yang melimpah dan keindahan bentuk fisik kawasan wisata gunung Kendil adalah upaya untuk menarik jumlah jumlah pengujung. Akan tetapi dalam perkembangan suatu kawasan pariwisata seringkali mengabaikan kondisi fisik lingkungan, flora-fauna dan lainnya, sehingga pada akhirnya harus menanggung beban akibat perubahan kawasan itu sendiri. Padahal pariwisata sebagai kegiatan ekonomi dapat dikembangkan hanya dalam beberapa keterbatasan, sehingga memberikan keseimbangan yang harus tetap dipelihara di antara kenampakan alami lingkungan geografi (Jerzy Kozlowski, 1997:120). Untuk itu, strategi yang digunakan untuk mengembangan kawasan wisata gunung Kendil dilakukan melalui revitalisasi dan penataan kawasan, dengan cara pemugaran dan konservasi (pelestarian) lingkungan.
            Obyek wisata gunung Kendil ini tempatnya sangat mudah untuk dicapai karena berada ditepi jalan raya di kota kecamatan ponjong dan di dukung sarana jalan yang sangat mulus. Akan tetapi obyek wisata gunung Kendil ini terhitung sebagai obyek wisata baru yang ada di gunung Kidul sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui lokasi tempat wisata ini. Oleh karena itu perlu disediakan sarana angkutan umum yang memadai dari kota Wonosari dan plang-plang penunjuk jalan untuk menuju obyek wisata ini. Karena dengan adanya pola jalan yang baik maka penataan bidang tanah dan bangunan akan mengikuti menjadi baik (Mulyono Sadyohutomo, 2009:141).


            Dengan lokasi yang memadai dan dikelilingi oleh perbukitan dan pemandangan alam tentunya akan sangat mendukung bila dilengkapi arena untuk berkemah ( camping Ground), arena out bond yang tentunya dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti MCK, tempat parkir, dan area bermain. Banyaknya pengunjung yang berasal dari luar kota tentunya membutuhkan tempat istirahat yang nyaman, sehingga dibutuhkan tempat penginapan atau sejenisnya sehingga akan semakin melengkapi Obyek Wisata Gunungkendil. Sebagai pelengkap lokasi wisata di Gunung Kendil juga harus menyediakan fasilitas rumah makan yang enak, nyaman dan bervariasi, sehingga pengunjung yang datang akan dapat pelayanan yang lebih lengkap selain kolam renang, kolam terapi dan pemandangan alam. Kawasan sekitar gunung Kendil harus diciptakan tetap menarik dan nyaman untuk dikunjungi. Untuk tetap menambah keasrian gunung Kendil dan memanfaatkan lahan karst yang ada untuk dibudidayakan  dapat ditanami jenis vegetasi seperti pohon jati dan mahoni,  serta menjadi pemandangan alami. Keberadaan budaya masyarakat juga harus diperhatikan dan dipadukan dengan pengelolaan lingkungan, didukung dengan kesadaran masyarakat untuk tetap melindungi/mempertahankan keutuhan fisik kawasan wisata gunung kendil..
              
                    Ada beberapa konsep revitalisasi yang akan dilakukan, konsep pertama yaitu obyek wisata gunung Kendil ini tempatnya sangat mudah untuk dicapai karena berada ditepi jalan raya di kota kecamatan ponjong dan di dukung sarana jalan yang sangat mulus. Akan tetapi obyek wisata gunung Kendil ini terhitung sebagai obyek wisata baru yang ada di gunung Kidul sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui lokasi tempat wisata ini. Oleh karena itu perlu disediakan sarana angkutan umum yang memadai dari kota Wonosari dan plang-plang penunjuk jalan untuk menuju obyek wisata ini. Karena dengan adanya pola jalan yang baik maka penataan bidang tanah dan bangunan akan mengikuti menjadi baik (Mulyono Sadyohutomo, 2009:141).
            Konsep yang kedua yaitu dengan lokasi yang memadai dan dikelilingi oleh perbukitan dan pemandangan alam tentunya akan sangat mendukung bila dilengkapi arena untuk berkemah ( camping Ground), arena out bond yang tentunya dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti MCK, tempat parkir, dan area bermain. Banyaknya pengunjung yang berasal dari luar kota tentunya membutuhkan tempat istirahat yang nyaman, sehingga dibutuhkan tempat penginapan atau sejenisnya sehingga akan semakin melengkapi Obyek Wisata Gunungkendil. Sebagai pelengkap lokasi wisata di Gunung Kendil juga harus menyediakan fasilitas rumah makan yang enak, nyaman dan bervariasi, sehingga pengunjung yang datang akan dapat pelayanan yang lebih lengkap selain kolam renang, kolam terapi dan pemandangan alam.
            Hasil uji dari dinas kesehatan Kabupaten Gunung kidul, air dari puncak Gunung Kendil sangat layak dan bisa digunakan untuk sumber air minum, karena kandungan E Collinya adalah 0 ( hasil uji ada di Gunung Kendil). Pengelolan Obyek Wisata Gunung Kendil berusaha memberikan sesuatu yang lebih hygeinis melalui proses sterilisasi ozon dahulu. Masyarakat saat ini sudah bisa menikmati ARDO ( Air Minum Doa) air tersebut dikemas dalam kemasan gallon, botol 1500 ml, 600 ml dan cup. Konsep yang ketiga yaitu akan lebih baik dan bermanfaat jika dibuat koperasi desa yang bertugas untuk penyebaran penjualan air ARDO ini sehingga air ARDO ini tidak hanya bisa didapatkan di desa Ponjong saja akan tetapi dapat ditemukan di tempat lain, dan ada nya koperasi ini dapat membantu juga dalam perekonomian masyarakat desa Ponjong.
            Dalam kegiatan reivitalisasi ini perlu dilakukan pendekatan dengan masyarakat yang bertujuan agar masyarakat setempat mau ikut berpartisipasi dengan rencana kegitan revitalisasi ini. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengadakan pertemuan dengan masyarakat setempat untuk membicarakan tentang kegiatan revitalisasi ini, agar masyarakat mau ikut berpartisipasi contohnya dengan membuka rumah makan, menyediakan tempat penginapan di rumah masyarakat sendiri yang bertujuan untuk memajukan perekonomian masyarakat setempat. Selain mengadakan pertemuan, pendekatan lain yang dilakukan adalah menghimbau masyarakat agar membuat organisasi yang terkait dengan rencana revitalisasi ini dan memajukan obyek wisata gunung Kendil.
            Revitalisasi sebuah kawasan ini juga mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek social (Jusuf Susanto, 2006) . Hal yang dimaksud dari aspek fisik, ekonomi dan sosial merupakan kegiatan yang diawali secara fisik, revitalisasi yang dilakukan secara bertahap, meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, tata hijau dan  sistem penghubung.  Aspek ekonomi merupakan revitalisasi yang diawali dengan proses peremajaan artefak urban harus mendukung proses rehabilitasi kegiatan ekonomi. Aspek sosial merupakan keberhasilan revitalisasi sebuah kawasan akan terukur bila mampu menciptakan lingkungan yang menarik. Sudah menjadi sebuah tuntutan yang logis, bahwa kegiatan perancangan dan pembangunan suatu kawasan untuk menciptakan lingkungan sosial yang berjati diri. Maka pengembangan ini bertujuan hanya untuk pengembangan masyarakat menuju masyarakat yang sejahtera.


 Daftar pustaka :
Kozlowski, Jerzy. 1997. Pendekatan Ambang Batas dalam Perencanaan Kota, Wilayah dan Lingkungan. UI-Press : Jakarta.
Sadyohutomo, Mulyono. 2009. Manajemen Kota dan Wilayah.  Bumi Aksara : Jakarta.
Susanto Jusuf, 2006. Revitalisasi Pertanian dan Dialog Peradaban, UIN-Press : Jakarta




Selasa, 02 Juli 2013

REVITALISASI LAHAN PARKIR RUKO DI BINTARO JAYA , TANGERANG SELATAN


Muhammad Aryo Budi Mustopo
NIM     : 114090083
 

Dewasa ini pembangunan terjadi sangat pesat dan menjamur di mana mana dari kota - kota kecil hingga kota - kota besar, masuk nya pasar global di indonesia memicu daerah - daerah tersebut berlomba - lomba memajukan daerahnya dengan mengupayakan pembangunan semaksimal mungkin dengan lahan yang terbatas. Maka tak jarang juga pembangunan tersebut memicu pro dan kontra dari masyarakat.  Tentu saja pembangunan yang menguntungkan masyarakat yang menimbulkan pro dan sebaliknya, banyak pembangunan yang dimaksudkan untuk memajukan daerahnya  dan memajukan masyarakat mala justru menimbulkan paradigma berbeda di masyarakat

Karena sudah banyak terjadi di indonesia hal yang semacam itu, maka tugas pemerintah setempat untuk memberlakukan sebagai mana pembangunan itu di peruntukan fungsi dan tujuan nya. Karena sudah banyak sekali pembangunan pembangunan yang terbengkalai begitu saja, bangunan yang dahulu di tujukan untuk di fungsikan malah menjadi se onggok bangunan tua yang tak terawat, kumuh dah terkesan menyeramkan,

Untuk mencegah hal itu terjadi sudah selayaknya bagian dari pembanguan tersebut di manfaat kan sehingga dapat mencegah hal hal yang di takutkan di atas. Khusus nya bagi para pemilik modal harus mengajak masyarakat untuk merancang bentuk bangunan sesuai degan fungsinya agar  tidak ada bagian dari bangunan yang sia – sia atau bahkan melakukan pembangunan yang sia sia, seperti pembangunan lahan parkir sehingga masyarakat bisa menerima dan tidak menimbul kan pro dan kontra saat pembangunan ini di laksanakan. Karena dewasa ini banyak sekali pembangunan laha parir yang sia – sia khususnya lahan parkir luar. Di karenakan sang perancang bangunan sudah membangun basement. 

Pembangunan yang seperti ini lah yang harus di hindarkan karena banyak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Karena banyak sekali lahan yang mubazier bila di biarkan terus menerus, dan bila di hibahkan kepada masyarakat bukan tidak mungkin lahan yang demikian bisa di manfaatkan semaksimal mungkin di bandingkan hanya di bangun untuk di sia sia kan, dan saya mempunyai gagasan untuk merevitalisasi lahan parkir salah satu bangunan ruko di daerah bintaro tangerang selatan,

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Melihat banyak nya bagian bangunan di sekitar gedung yang terbengkalai, lahan yang dahulu di maksud kan untuk lahan parkir kini menjadi bagian yang terlihat sia-sia karena tidak satu pun kendaraan yang parkir di tempat tersebut,di karenakan adanya pembangunan basement di dalam gedung, sehingga para pengunjung banyak yang memarkir kendraan nya di sana.

Gedung tersebut terletak di deerah bintaro jaya, Tangerang selatan. Daerah tersebut merupakan daerah yang sedang gencar – gencar nya dalam pembangunan di berbagai tempat, letak nya yang strategis, banyak akses jalan ke kota DKI Jakarta lahan yang sangat luas dan kondisi derah yang nyaman.

Lahan parkir tersebut rencana nya akan saya jadikan sebagai pusat kuliner di daerah bintaro, dengan konsep kaki lima. melihat banyak nya penuduk perumahan – perumahan mewah, dan juga sebagai daarah yang sedang berkembang pesat, pastinya banyak pengunjung yang akan datang di tambah banyak nya mall dan pusat perbelanjaan.

Apalagi konsep warung makan atau rumah makan seperti itu sudah pasti menjadi tujuan – tujuan para keluarga yang selesai berbelanja dan anak anak muda yang ingin makan atau hanya skedar berkumpul bersama teman teman sejawat. Selain tempatnya yang cukup dekat dengan mall dan pusat perbelanjaan karena tempat makan ini masih menggunakan konsep kaki lima sudah pasti harga yang di tawarkan juga tidak perllu merogoh kocek terlalu dalam.

Tata tempat nya akan di design se modern mungkin tetapi tidak menghilangkan suasana tradisional nya. Dengan menyisakan lahan parkir yang cukup luas karena bukan tidak mungkin pengunjung yang datang membawa kendaraan pribadi, dengan hiburan live musik yang di tampilkan oleh penduduk sekitar di setiap harinya agar pengunjung semakin nyaman berada di sana.

 

 

 Live music tersebut juga mengantisipasi banyak nya pengamen pengamen yang bisa menggaggu pengunjung yang sedang menikmat santapan nya. Dengan konsep seperti ini di harapkan bangunan yang tadinya terbengkalai bisa terllihat apik dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Karena dapat membuka lahan pekerjaan baru bagi masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Pembangunan dewasa ini sering sekali menimbulkan pro dan kontra di masyarakat karena banyaknya bangunan yang di bangun tidak tepat sasaran sehingga banyak pembangunan  yang sia – sia. Hal ini lah yang dapat menimbulkan konflik di masyarakat, jika pembangunan di sesuaikan dengan fungsinya bukan tidak mungkin pembangunan tersebut dapat membuka lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar sehingga masyarakat pun dengan senang hati menerima pembangunan di daerah mereka.

Revitalisasi juga bisa sangat membantu mengupayakan pembangunan yang terbengkalai menjadi lebih berguna, tentunya dengan konsep yang kuat dan perhitangan yang matang. Sehingga usaha revitalisasi juga bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.