KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Kamis, 10 November 2011

Deskripsi Singkat Penataan dan Revitalisasi Kawasan


   Deskripsi Singkat

Penataan dan Revitalisasi Kawasan adalah rangkaian upaya menghidupkan kembali kawasan yang cenderung mati, meningkatkan nilai-nilai vitalitas yang strategis dan siginifikan dari kawasan yang masih mempunyai potensi serta pengendalian lingkungan kawasan. Penataan dan Revitalisasi Kawasan dilakukan melalui pengembangan kawasan tertentu yang layak untuk direvitalisasi baik dari segi setting (bangunan dan ruang kawasan), kualitas lingkungan, sarana, prasarana dan utilitas kawasan, sosio-kultural, sosio-ekonomi dan sosio-politik.
Kesiapan mahasiswa dalam tahapan stabilisasi Pembangunan ekonomi lokal daerah yang sesuai pada Penataan dan Revitalisasi Kawasan, baik di kota maupun kabupaten, pulau, pesisir, pertambangan dapat ditangani mahasiswa kelulusan kelak secara trampil berbekal pengetahuan dengan strategi dan kondisi setempat (sesuai dengan kebutuhan) yang didukung dengan upaya peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan sarana dan prasarana, pengembangan aksesibilitas kawasan; peningkatan integrasi sistem sarana, prasarana dan utilitas yang ada pada kawasan, serta saling pemberdayaan komunitas dan kelembagaan lokal.
 

Kepustakaan:
1.  Arntein Sherry. 1969. A Ladder of  Citizen Participation. American Institute of Planners Jurnal
2.  Greer, Scott, Urban Renewal and Ameican Cities, the Dilema of Democratic Intervention, Bobbs Merill, 1965.
3.  Hufschmidt, et.al., 1981. “Benefit Cost Analysis of Natural Systems and Environmental Quality Aspects of Development”, EPI.
4.  Lang, J., 1987. Creating Architecture Theory, van Nostrand Reinhold Co., New York.
5.  Norberg–Schulz, C., 1981. Existency, Space and Architecture,  Frans Masereelfonds, Nederland.
6.  Reksohadiprojo Sukanto dan Brodjonegoro Boedi Poernomo, 1982. “Ekonomi Lingkungan Suatu Pengantar”. BPFE, Yogyakarta.
7.  Robert Chambers,. 1996. PRA Participatory Rural Appraisal, Kanisius, Yogyakarta.
8.  Suselo Hendropranoto, 2003. Kebijakan Pengembangan Perkotaan dan Revitalisasi Perkotaan. Kotdes, Jakarta,
9.  Tjahjati Budhy S, 2003. Urban Heritage Revitalization Impacts on Urban Development. Kotdes, Jakarta.
10.  Tim Editorial, 1994. Berbuat Bersama Berperan Setara, Studio Drya Media, Bandung.
11. Undang-Undang RI, Nomor 5 Tahun 1992, tentang Benda Cagar Budaya”

Soal Jawab Sendiri Revitalisasi Kawasan-UPN


Soal Jawab Sendiri Revitalisasi Kawasan dan Manfaatnya

Dalam proses belajar mengajar keadaan kejiwaan Mahasiswa sangat perlu diperhatikan, hal ini merupakan tolak ukur yang mendasar atas keberhasilan sebuah proses pembelajaran.  Mahasiswa sangat membutuhkan situasi belajar yang kondusif, situasi belajar yang menumbuhkan perasaan dekat dengan dosen atau mahasiswa. Sehingga mahasiswa termotivasi untuk belajar dan saling menghargai dan sebagainya.

Dosen hendak menjadi motivator, dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, memberi peluang kepada mahasiswa untuk melakukan pilihan dan memutuskannya sendiri kawasan mana yang perlu ditata atau direvitalisasi dengan pertimbangan pribadi akan menumbuhkan rasa percaya dirinya, dengan memberi dukungan atas apa yang di yakini mahasiswa.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah :
  • Cara penerimaan mahasiswa yang berbeda dalam pembelajaran
  • Rasa aman.
  • Pemahaman bahwasannya mahasiswa berbeda-beda karakter
  • Cara yang digunakan harus demokratis
  • Dosen tidak selalu bersikap bersahabat.
Pemahaman terhadap berbagai kemampuan dan kekurangan ada pada dosen dan  juga mahasiswa, sikap dosen yang sabar akan menumbuhkan rasa persahabatan bagi mahasiswa, dan akan menumbuhkan rasa  saling menghargai dimana posisi dosen sebagai pendidik akan selalu memberikan arahan, bantuan dan bimbingan agar harapan tersebut tercapai secara efektif dan efisien. Begitu pula halnya dengan siswa akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi harapan tersebut.
Pemahaman peserta didik sangat diperlukan karena, perilaku mahasiswa selalu bersifat unik, sehingga memerlukan kesabaran dalam menghadapi berbagai perilaku mahasiswa. Dosen hendaknya dapat berlaku bijaksana dalam memperlakukan mahasiswa sebagai individu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Soal Jawab sendiri, semakin kaya ilmu dan pengalaman apabila dikerjakan bersama dengan temannya, dengan cara membandingkan, membedakan atau menghubungkan antara problem yang satu dengan yang lain berikut solusi pemecahan masalah berupa inovasi/ gagasan atau ide-ide baru. Hal ini berdasar keyakinan, bahwa
•  Usaha yang tidak sesuai (fit) dalam kerjasama itu akan terpinggirkan. Kelangsungan hidup Usaha bukan lagi survival of the fittest dalam arti kelangsungan hidup yang terkuat (fit = kuat), melainkan kelangsungan hidup yang paling sesuai (fit = sesuai, cocok).

•      Jadi yang dapat menjaga kelangsungan hidupnya bukanlah yang mempunyai daya saing tertinggi dan dapat menyingkirkan lawannya, melainkan yang dapat menjalin kerjasama yang serasi dengan komponen lain di lingkungan sebagai professional ahli lingkungan! 


Kecenderungan mahasiswa tidak mau bertanya saat kuliah bukanlah hal yang asing lagi. Sistem pendidikan  selalu mengajarkan peserta didik untk menjawab pertanyaan, bukan untuk bertanya. Sistem evaluasi belajar selalu dilakukan dengan menjawab pertanyaan. Akibatnya orientasi dalam roses pendidikan hanya menjawab pertanyaan. Eksesnya, di perkuliahan kuriositas, rasa ingin tahu mahasiswa rendah, kreativitas pun menjadi tumpul.
Ada tiga tipe mahasiswa saat di kelas. Pertma aktif, di kelas mau bertanya dan meminjam buku. Kedua bertanya saja tetapi tidak aktif untuk mencari perbandingan dari buku lainnya. Ketiga, tidak aktif, yaitu ditandai dengan tidak pernah bertanya dan jika dipancing mereka tidak paham apa yang telah diajarkan.
Untuk itu, perlu kreativitas dan metoda belajar mengajar yang baru. Sistem pengajaran dengan pemeberian tugas ilmiah dengan acuan teori dari minimal 3 buku dengan mengemukakan isu strategis, masalah dan potensi serta solusi pemecahan masalah dengan solusi desain, kemudian dibuat soal jawab sneidir secara berkelompok untuk dipresentasikan bersama dengan moderator dan tanya jawab, sehingga semua siswa aktif memperoleh penilaian, tentu selain kekayaan ilmu dan pengalaman, mereka ternyata terpaksa sudah bisa menulis karya ilmiah, dan telah bisa paparan atau berjualan konsep, atau bertanya dan menjawab soal sendiri. Metode ini dimaksudkan agar mahasiswa mau mencari ilmu dari buku lainnya untuk perbandingan. Jika pada saat ujian mereka harus menulis kembali apa yang telah diajarkan, namun dengan syarat tidak boleh menggunakan satu sumber saja.





 

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL T.A. 2011

                                         
Sebagai ahli lingkungan, saudara bukannya mencari hasil maksimum, melainkan hasil optimum tanpa mengorbankan hal-hal yang prinsipiil dengan kesepakatan teamwork  mencari konsensus untuk memanfaatkan proses bekerja bersama guna menemukan hasil penataan atau revitalisasi kawasan yang berkelanjutan. Bagaimana cara memformulasi hasil optimum penataan dan revitalisasi kawasan berkelanjutan melalui proses bekerja bersama antara para ahli dan pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat, menjadi menarik untuk dilakukan soal jawab sendiri.
Kepada setiap mahasiswa membuat 2 soal-jawab terkait Penataan dan Revitalisasi Kawasan. Soal-jawab yang sudah dibuat teman tidak boleh dibuat oleh teman yang lain. Pastikan menggunakan gaya bahasa anda sendiri, tidak boleh copy-paste dari bahan di internet atau lainnya, yang penting pemahaman anda yang dinilai. Teman yang lain boleh bekerja sama dalam memecahkan problem pada tugas anda untuk dibuat pada \soal-jawab teman lain, tapi bukan berarti menggugurkan kewajiban membuat 2 soal-jawab untuk anda sendiri dari tugas yang telah dibuat, tapi saling memperkuat dan memperkaya khasanah ilmu maupun pengalaman.

Silakan dibuat soal-jawab sendiri, jangan lupa diberi nama dan nomor mahasiswa!



Selasa, 08 November 2011

Penataan dan Revitalisasi Kawasan dalam rangka pengembangan ekonomi lokal


Penataan dan Revitalisasi Kawasan dalam rangka pengembangan ekonomi lokal daerah 
yang diarahkan untuk mewujudkan keseimbangan dan kemandirian daerah sehingga dapat 
diwujudkan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainability). 
Pengetahuan dalam tahapan proses pengembangan konservasi kawasan, serta 
peranan dan manfaatnya dalam pembangunan kawasan secara keseluruhan.
Hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan aktivitas ekonomi lokal di lingkungan 
kawasan bersama masyarakat, mencapai kompromi, kearifan lokal dan keadilan 
dalam pemanfaatan ruang publik.
Materi pengembangan ekonomi lokal diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam 
mengidentifikasi aktivitas ekonomi lokal, prasarana pendukung pengembangan ekonomi 
lokal, serta pengembangan keberlangsungan ekonomi lokal, bentuk-bentuk pembiayaan dana 
keragaman usaha.
Strategi untuk mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi lokal yang terintegrasi dengan 
ekosistem kawasan.
Mewujudkan integrasi kawasan, mempertahankan dan melestarikan aset warisan budaya, 
serta strategi perkuatan kelembagaan atau institusi dan peningkatan kemampuan sumber 
daya manusia (SDM).
Dalam hubungannya dengan pengelolaan lingkungan kawasan tertata sinergis dengan 
adanya bangunan bersejarah, dibahas hal-hal untuk menumbuhkan kesadaran aset warisan 
budaya (lingkungan budaya), menghidupkan kembali aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya 
yang pernah ada; pelibatan dunia usaha dalam pengelolaan kawasan, serta pengembangan 
badan pengelola kawasan.
Peranserta dunia usaha dalam Penataan dan Revitalisasi Kawasan disampaikan dalam 
upaya untuk meningkatkan minat dunia usaha sebagai pengelola kawasan, investasi swasta, 
serta teknik lingkungan dalam mewujudkan kesalingtergantungan yang sinergis berbagai 
kelompok usaha pada Penataan dan Revitalisasi Kawasan.
 
Merupakan rangkaian upaya menghidupkan kembali kawasan yang cenderung mati, 
meningkatkan nilai-nilai vitalitas yang strategis dan siginifikan dari kawasan yang masih 
mempunyai potensi serta pengendalian lingkungan kawasan.
 
Dilakukan melalui pengembangan kawasan tertentu yang layak untuk direvitalisasi baik dari 
segi setting (bangunan dan ruang kawasan), kualitas lingkungan, sarana, prasarana dan 
utilitas kawasan, sosio-kultural, sosio-ekonomi dan sosio-politik.
 
Tahapan stabilisasi Pembangunan ekonomi lokal daerah yang sesuai untuk kota 
maupun kabupaten, pulau, pesisir, pertambangan dapat ditangani dengan strategi 
dan kondisi setempat yang didukung dengan upaya peningkatan kuantitas dan 
kualitas pelayanan sarana dan prasarana, pengembangan aksesibilitas kawasan; 
peningkatan integrasi sistem sarana, prasarana dan utilitas yang ada pada kawasan, 
serta saling pemberdayaan komunitas dan kelembagaan lokal.  
 
 

Rabu, 02 November 2011

REVITALISASI DAN PERANSERTA MASYARAKAT


•Peranserta masyarakat bukan sekedar “keikut-ikutan serta” atau untuk mendukung aspek formalitas yang
  memerlukan adanya kata partisipasi masyarakat semata.
•Peranserta yang didukung pemahaman yang mendalam tentang persoalan revitalisasi dan konservasi.
•Pemahaman yang dimulai dari pengetahuan aspek kesejarahan yang terkandung di kawasan, atau nilai  
  berharga yang dimiliki hingga apa yang perlu mereka lakukan saat ini dan nanti. 
•Mekanisme untuk melibatkan mereka perlu dipersiapkan dengan jelas. Perlu dicatat di sini, masyarakat 
  yang terlibat bisa jadi tidak hanya yang berada di kawasan revitalisasi. Mereka yang memiliki hubungan  
  emosi atau kepedulian dengan tempat tersebut akan menuntut haknya sebagai orang yang perlu dilibatkan 
  pula.

Untuk itu, penggunaan teknologi informasi dalam mengelola keterlibatan banyak pihak (stakeholders) ini sanggat diperlukan. Termasuk mendukung semangat konservasi yang harus mampu mengelola perubahan, dokumentasi sumber daya budaya dari waktu ke waktu penting disebarluaskan untuk dipahami semua pihak.

Berkaitan proses learning by doing  melalui saling pembelajaran dalam desain revitalisasi kawasan upaya 
untuk mengembalikan serta menghidupkan kembali vitalitas yang pernah ada pada kawasan kota yang 
mengalami degradasi, melalui intervensi fisik dan nonfisik (rehabilitasi ekonomi, rekayasa sosial-
budaya serta pengembangan institusional), maka perlu disimak tingkatan partisipasi masyarakat:
 
1.tingkat saling mengerti, penting untuk memahami fungsi dan sikap masing-masing guna  
   mengembangkan  kerjasama;
2.tingkat penasehatan/pemberian saran, berlangsung setelah saling mengerti;
3.tingkat otoritas, menentukan keputusan pelaksanaan kegiatan setelah pertimbangan terhadap gagasan 
    yang timbul dari peserta partisipasi.
 
Jenjang Partisipasi
 
•Proses revitalisasi sebuah kawasan mencakup perbaikan aspek fisik dan aspek ekonomi dari bangunan 
  maupun ruang publik.

•Revitalisasi fisik merupakan strategi jangka pendek yang dimaksudkan untuk mendorong terjadinya 
  peningkatan kegiatan ekonomi jangka panjang. 
•Revitalisasi fisik diyakini dapat meningkatkan kondisi fisik (termasuk juga ruang-ruang publik), namun tidak 
  untuk jangka panjang. Untuk itu, tetap diperlukan perbaikan dan peningkatan aktivitas ekonomi  
  (economic revitalization) yang merujuk kepada aspek sosial-budaya serta aspek lingkungan  
  (environmental objectives).
 
•Hal tersebut mutlak diperlukan karena melalui pemanfaatan yang produktif, diharapkan akan terbentuklah 
  sebuah mekanisme perawatan dan kontrol yang langgeng terhadap keberadaan fasilitas dan infrastruktur 
  kawasan.