KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Selasa, 11 Desember 2012

Shades of Green Tourist Town Water, Fashions and Culinary “Selokan Mataram”



          Nama     : Intan Tri Pratiwi
          NIM      : 114090038
Kelas     : A
          Prodi Teknik Lingkungan
          FTM UPN “Veteran” Yogyakarta

Selokan Mataram yang semula bernama Kanal Yoshiro merupakan kanal irigasi yang menghubungkan antara Sungai Progo didaerah Dusun Ancol, Kabupaten Magelang (hulu) dengan Sungai Opak di daerah Kalasan (hilir). Selokan Mataram yang memiliki panjang ± 30 km ini membentang luas dari barat ke timur membelah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selokan Mataram ini dibangun pada tahun 1944, tepatnya pada masa pendudukan Jepang. Selokan Mataram memiliki fungsi yang fital dalam bidang pertanian yaitu sebagai saluran pengairan (irigasi). Hal ini seharusnya menjadikan sebuah pertimbangan bagi masyarakat serta Pemerintah daerah Yogyakarta untuk menjadikan Selokan Mataram sebagai salah satu ikon kebanggaan Yogyakarta karena memiliki arti sejarah yang sangat penting pada zamannya sehingga perlu dilestarikan kembali keberadaan serta fungsinya.
Dilihat dari kondisi Selokan Mataram saat ini, membuktikan bahwa kurangnya kepedulian masyarakat dan Pemerintah daerah Yogyakarta dalam melestarikannya. Banyaknya sampah (organik dan non organik) yang berserakan di dalam Selokan Mataram dan sekitarnya merupakan hal yang sangat memprihatinkan dan menjadi tugas untuk seluruh masyarakat dan Pemerintah daerah Yogyakarta untuk menghidupkan kembali Selokan Mataram tersebut agar memiliki fungsi serta nilai ekonomis bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan. Maka dari itu perlu dilakukannya penataan ruang yaitu pemanfaatan lahan untuk berbagai kepentingan dari berbagai sektor yang mengacu pada potensi fisik lahan, faktor sosial, dan kondisi sosial budaya setempat serta sistem legalitas tentang lahan (Subroto, 2003). Penataan ruang ini dilakukan bertujuan untuk menciptakan hubungan yang serasi antara berbagai kegiatan pada wilayah-wilayah agar tercipta hubungan yang harmonis dan serasi sehingga akan mempercepat proses tercapainya kemakmuran dan terjaminnya kelestarian lingkungan hidup (Tarigan, 2004).    
            Selokan Mataram termasuk dalam daerah yang cukup strategis khususnya pada daerah seturan yang dapat dilihat dari banyaknya rumah penduduk, hotel, ruko, rumah makan, cafe maupun beberapa universitas yang terletak disekitar Selokan Mataram. Banyaknya mahasiswa di Yogyakarta serta turis domestik maupun mancanegara yang memilih tempat ini menjadi salah satu tempat alternatif untuk belanja dan makan ataupun sekedar nongkrong. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar karena dapat menambah penghasilan sehari-hari masyarakat yang memiliki usaha rumah makan maupun toko. Namun, hal ini dapat memberikan dampak yang merugikan yaitu daerah ini menjadi daerah yang cukup padat. Akan tetapi, kurangnya lahan untuk parkir, lahan untuk pejalan kaki, dan kurang lebarnya jalan yang berada di daerah Selokan Mataram serta kurangnya kepedulian masyarakat dan Pemerintah daerah Yogyakarta terhadap kebersihan sehingga masih banyak sampah yang berserakan di dalam ataupun di sekitar Selokan Mataram menjadi permasalahan yang sangat vital.
            Berkaitan dengan penataan dan revitalisasi kawasan tentang Selokan Mataram , maka diusunglah sebuah judul yaitu Shades of  Green Tourist Town Water, Fashions and Culinary “Selokan Mataram”. Judul Shades of  Green Tourist Town Water, Fashion and Culinary “Selokan Mataram” memiliki makna yaitu Nuansa Hijau Kota Wisata Air, Mode dan Kuliner tepatnya di daerah Selokan Mataram tersebut. Shades of Green dapat diwujudkan dengan tanaman hijau yang akan ditanami di area sebelah utara dan selatan Selokan Mataram yang akan digunakan sebagai tepat khusus pejalan kaki untuk menikmati suasana yang asri dan membuat pejalan kaki merasa nyaman dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan antara lain ( Devas and Rakodi, 1993) :
a)      Meminimalisasi risiko akibat adanya perubahan – perubahan  terhadap bumi, seperti lapisan ozon, pemanasan global yang disebabkan emisi karbon dioksida, perubahan iklim lokal yang disebabkan banjir, kekeringan, penebangan liar.
b)      Meminimalisasi polusi udara, air dan tanah.
c)      Adanya jaminan dan pembangunan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan.
Foto 1. Kondisi Selokan Mataram Saat Ini
venice+city+italy+nice+good+beauty+suasana+kota
Foto 2. Rencana Revitalisasi                          Foto 3. Rencana Revitalisasi Kondisi Taman
  Kondisi Selokan Mataram                                     Selokan Mataram (Sebelah Utara)
                                                                                                       untuk pejalan kaki

Tanaman yang dipilih untuk ditanami ialah tanaman yang dapat bermanfaat untuk mengurangi polusi udara yang menjadi salah satu permasalahan di Selokan Mataram ini. Beberapa tanaman yang dapat mengurangi polusi udara antara lain pohon kelengkeng, pohon mahoni, tanaman sirih belanda, tanaman sansevieria, tanaman aloe vera (lidah buaya) dan pohon trembesi. Di sekitar Selokan Mataram ini, diperlukan penambahan tanaman seperti pohon mahoni yang berfungsi sebagai tanaman penghijauan di kota-kota besar yang mamapu menyerap polutan udara seperti timbal dan pohon trembesi yang mampu menyerap karbodioksida dalam jumlah yang cukup besar.

 
     Foto 4. Pohon Mahoni Sebagai Salah Satu            Foto 5. Pohon trembesi Sebagai Salah Satu
Tanaman yang Akan Ditambah                             Tanaman yang Akan Ditambah
         di Selokan Mataram (Sebelah Selatan)                   di Selokan Mataram (Sebelah Selatan)

Selain itu juga perlu penambahan tanaman hias seperti tanaman sirih belanda yang berfungsi menyerap formaldehida dan benzena, tanaman sansevieria (lidah mertua) yang berfungsi mampu menyerap polusi udara, asap rokok (nikotin) serta radiasi nuklir sehingga cocok dijadikan tanaman penyegar, dan tanaman aloe vera (lidah buaya) yang mampu menyaring emisi gas dari bahan berbahaya beracun.
    
      Foto 6. Daun Sirih Belanda                 Foto 7. Sansevieria                            Foto 8. Aloe Vera
             Sebagai Salah Satu                        Sebagai Salah Satu                          Sebagai Salah Satu
  Tanaman Hias                               Tanaman Hias                                  Tanaman Hias 
           yang Akan Ditambah                     yang Akan Ditambah                      yang Akan Ditambah
     di sekitar Selokan Mataram         di sekitar Selokan Mataram           di sekitar Selokan Mataram

Tourist Town Water dapat diwujudkan dengan memanfaatkan Selokan Mataram itu sendiri sebagai sarana dan prasarana dari wisata air dengan menggunakan perahu kano. Perahu kano merupakan perahu kecil dan panjang serta sempit, ujung haluan dan buritannya tajam (untuk memudahkan mengubah haluan), biasanya terbuat dari batang pohon yang dilubangi seperti lesung. Selain itu, biasanya perahu kano digerakkan oleh tenaga manusia dengan cara dikayuh . Alat yang digunakan untuk mengayuh biasanya berbahan dasar kayu.

Foto 9. Perahu Kano Sebagai Alat Transportasi Alternatif yang Dapat Digunakan di Selokan Mataram

Fashion and Culinary dapat diwujudkan dengan ruko-ruko dan rumah makan yang telah tersedia di area sekitar Selokan Mataram tepatnya di sebelah selatan dari Selokan Mataram. Penempatan ruko-ruko dan rumah makan harus tertata dengan baik dan memiliki keunikan dari bangunan itu sendiri yang mencerminkan kota Yogyakarta sehingga bangunan-bangunan tersebut memliki nilai estetika dan ciri khas Kota Yogyakarta.

  venice+city+italy+nice+good+beauty+suasana+kota+4
Foto 10. Kondisi Rumah makan                                   Foto 11. Rencana Revitalisasi
          di Selokan Mataram                                                     Kondisi Rumah Makan
      di Selokan Mataram

 venice+city+italy+nice+good+beauty+suasana+kota+10
 Foto 12. Kondisi Jembatan di Selokan Mataram    Foto 13. Rencana Revitalisasi Kondisi Jembatan
     di Selokan Mataram

Semua ini dilakukan semata-mata untuk mengembalikan dan melestarikan keindahan lingkungan dari Selokan Mataram itu sendiri dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Selokan Mataram serta menambah pendapatan Daerah Istimewa Yogyakarta berupa pariwisata dan menjadi salah satu icon dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang bersifat  ramah lingkungan. Hal ini dapat menyadarkan dan meningkatkan kepedulian baik masyarakat maupun Pemerintah daerah Yogyakarta terhadap lingkungan agar lingkungan itu tetap asri dan terhindar dari isu lingkungan (global warming) yang saat ini marak diperbincangkan.
Dalam mendukung serta mewujudkan adanya penataan dan revitalisasi kewasan Selokan Mataram (Shades of  Green Tourist Town Water, Fashions and Culinary “Selokan Mataram”) ini, perlu peran serta masyarakat sekitar agar daerah ini menjadi daerah eko-wisata yang dapat menjadi nilai-(atau filsafat-) sarat pendekatan untuk pariwisata, bertujuan untuk lingkungan keberlanjutan. (Bromberek,2009). Eko-wisata yang mampu menarik peminat baik dari dalam maupun luar negeri. Eko-wisata didasarkan atas peran serta masyarakat dengan masyarakat setempat sebagai pelaku dan sasaran utama pembangunan, sehingga dapat membantu menanggulangi kemiskinan pada tingkat lokal. Pariwisata yang dikembangkan dengan dasar pro-rakyat miskin dapat memberi sumbangan yang berarti pada usaha penanggulangan kemiskinan (Cezayirli, 2003).
Kawasan Selokan Mataram  merupakan daerah permukiman  dan pertokoan maka sudah seharusnya kawasan ini difasilitasi dengan tempat sampah yang sesuai dengan pemilahannya agar masyarakat serta pengunjung tidak mencemari lingkungan dengan membuang sampah sembarangan baik di jalan maupun di Selokan Mataram itu sendiri. Penempatan sampah (sesuai dengan jenisnya) ini diletakkan di daerah tempat pejalan kaki dan di depan ruko-ruko serta rumah makan. Banyaknya sampah yang berserakan di Selokan Mataram dan sekitarnya perlu dilakukan pembersihan untuk menunjang dan mendukung pembangunan Shades of  Green Tourist Town Water, Fashions and Culinary “Selokan Mataram”. Selain itu, penataan kembali ruko-ruko dan pelebaran jalan serta penambahan lahan parkir khusus perlu dilakukan. Hal ini sangat berkaitan dengan padatnya kendaraan di area sekitar Selokan Mataram karena sempitnya jalan dan kurangnya lahan untuk parkir sehingga pengunjung dari rumah makan dan ruko-ruko memilih jalan sebagai tempat untuk parkir dan menyebabkan jalan di daerah tersebut menjadi  macet.

Daftar Pustaka

Subroto, 2003. Perencanaan Pengembangan Wilayah. Fajar Gemilang: Samarinda.

Tarigan, Robinson. 2004. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Bumi Aksara: Jakarta.

Kusuma, Erwin. 2011. Sejarah Selokan Mataram Yogyakarta.

Bromberek, Zbigniew. 2009. Eco-Resort: Planning and Design for the Tropic. Architectural Press: Burlington.

Devas, N. and Rakodi, C. 1993. Managing Fast Growing Cities New Approaches to Urban Planning and Management in The Developing World Longman. Harlow, UK.

 

Selasa, 11 September 2012

Penataan dan Revitalisasi Kawasan


•Penataan dan Revitalisasi Kawasan dalam rangka pengembangan ekonomi lokal daerah yang diarahkan untuk mewujudkan keseimbangan dan kemandirian daerah sehingga dapat diwujudkan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainability).

•Pengetahuan dalam tahapan proses pengembangan konservasi kawasan, serta peranan dan manfaatnya dalam pembangunan kawasan secara keseluruhan.

•Hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan aktivitas ekonomi lokal di lingkungan kawasan bersama masyarakat, mencapai kompromi, kearifan lokal dan keadilan dalam pemanfaatan ruang publik.

•Materi pengembangan ekonomi lokal diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi aktivitas ekonomi lokal, prasarana pendukung pengembangan ekonomi lokal, serta pengembangan keberlangsungan ekonomi lokal, bentuk-bentuk pembiayaan dana keragaman usaha.
•Strategi untuk mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi lokal yang terintegrasi dengan ekosistem kawasan.
•Mewujudkan integrasi kawasan, mempertahankan dan melestarikan aset warisan budaya, serta strategi perkuatan kelembagaan atau institusi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

Selasa, 03 Juli 2012

Soal – Jawab Dari Tugas Revitalisasi Windhy Ayu Prasetya


  Windhy ayu prasetya
                                                                              114060012 
  Kelas A

            Suatu kawasan yang tadinya memiliki fasilitas tinggi kemudian mengalami kemunduran akibat berbagai sarana dan prasarana yang ada sudah menjadi tua dan tidak memadai lagi.
Apakah perlu kita revitalisasi kembali?
Jawab :
Sangat perlu direvitalisasi kembali, karena tujuan dari revitalisasi adalah untuk memperbaiki fungsi dari sarana dan prasarana yang ada dan dapat memfungsikannya kembali agar tidak terbengkalai dan using begitu saja.

Soal – Jawab Dari Tugas Revitalisasi
Soal
     1. Tanjung Pilawang adalah salah satu tanjung di kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara. Di Tanjung Pilawang banyak sekali terdapat potensi-potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata sampai olah raga air. Namun akhir-akhir ini mengalami kemunduran akibat dari banyak factor, antara lain kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian Tanjung Pilawang dan kurangnya masyarakat menjaga sarana dan prasarana yang ada disana. Dari mencoret-coret, membuang sampah sembarangan dan lain sebagainya. Dengan keadaan demikian, bagaimana upaya kita untuk merevitalisasi Tanjung Pilawang?
      2. Pulau Serangan Bali terkenal dengan keindahan pantainya dan terkenal dengan pura nya, yaitu pura Sakenan. Dimana umat Hindu di Bali, setiap ada hari tertentu bersembahyang di pura tersebut. Dahulu di tahun 90’an akses jalan menuju pulau tersebut sangat sulit atau susah, kita harus menyebrang selat sempit dengan menggunakan sampan. Namun sekarang kita dapat menyebrangi dengan motor/mobil, karena telah dibangunnya jembatan penghubung pulau Bali dan pulau Serangan. Proyek pembangunan tersebut di pulau Serangan akan dibangun juga hotel-hotel mewah dengan fasilitas mewah, tetapi sempat terhenti hingga sekarang dan terbengkalai. Menurut anda, revitalisasi apalagi yang perlu kita lanjutkan setelah jembatan penghubung antara pulau Bali dan pulau Serangan?, dan apa tujuan dari revitalisasi tersebut?
     3.   Dalam merevitalisasi kawasan-kawasan seperti Tanjung Pilawang atau Pulau Serangan, tentu banyak sekali kendala-kendala yang ada. Kendala-kendala apa sajakah itu dan bagaimana cara menanganinya agar semua berjalan dengan lancar?
Jawab
1.  Tanjung Pilawang yang mengalami kemunduran akibat ulah masyarakat, harus dan perlu di revitalisasi kembali, dengan cara:
       Memperbaiki kembali sarana dan prasarana yang ada disana
      Membuatkan tempat-tempat sampah disetiap sudut atau setiap beberapa ratus meter dari tempat sampah yang satu dengan tempat sampah yang lain.
     Membuat pondok-pondok peristirahatan ditempat-tempat wisata, agar banyak wisatawan yang bermalam disana.
     Jalan-jalan yang menuju kesetiap tempat wisata yang ada di Tanjung Pilawang diperlebar dan diperbaiki, agar akses jalan yang menuju kesana mudah dan cepat.Dengan dibangunnya beberapa sarana dan prasarana yang ada dan di revitalisasinya Tanjung Pilawang, dapat bertujuan mengembangkan pariwisata yang ada disana.
     2. Menurut saya, revitalisasi yang perlu dilakukan lagi untuk melanjutkan proyek yang sempat terhenti adalah: dengan konsep ekolingkungan. Dengan cara konsep ekolingkungan tentu tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. Apabila kita harus membangun hotel-hotel mewah, itu perlu biaya yang sangat mahal.
Sistem dengan konsep ekolingkungan, tentu akan ramah lingkungan dengan bahan-bahan bangunan yang terbuat dari alam. Rumah-rumah penduduk yang berkonsep ekolingkungan akan disewakan untuk turis-turis lokal atau turis-turis luar. Karena para turis akan lebih menyukai bangunan berasal dari bahan-bahan alam. Jalur-jalur yang menuju akses pariwisata juga perlu diperbaiki, agar mudah menuju tempat-tempat wisata tersebut.

Tujuan dari revitalisasi berkelanjutan ini adalah:
Kita dapat mensejahterakan pendapatan penduduk lokal. Dengan adanya konsep-konsep yang ada dan bagi para wisatawan pun tidak perlu lagi bolak-balik dari Pulau Bali ke Pulau Serangan hanya untuk berwisata, tetapi mereka bisa menginap disana.
3. Dalam merevitalisasi, banyak sekali kendala-kendala yang ada, seperti lokasi yang cukup jauh atau jalannya masih rusak, bahkan preman-preman maupun penduduk yang pro dan kontra.
Dan cara menanganinya tidak mudah, kita perlu pendekatan terhadap masyarakat disana, kita ajak berbincang-bincang tentang revitalisasi yang akan dijalankan. Kita iming-imingkan sesuatu yang menarik dengan keuntungan dari revitalisasi yang akan dilaksanakan, dengan demikian tentu masyarakat akan tergiur dan mau menyetujui rencana tersebut atau bahkan masyarakat dapat membantu dalam revitalisasi yang akan dijalankan.        

Penataan Kawasan stasiun Lempuyangan sebagai daya tarik


Nama   : M. Arif Hardianta
Nim     : 114080103
Kls       : A



Melihat potensi yang ada di sekitar stasiun lempuyangan setiap pagi,siang,sore,malam di bawah jembatan layang tepatnya di dekat perlintasan kreta api banyak masyarakat yang sering kali menikmati pemandangan kretaapi yang melintas. Karena di tempat itupun juga ada para pedagang kakilima yang menyuguhkan jajanannya,hal tersebut menambah daya tarik bagi masyarakt untuk sering menghabiskan waktu luang di sekitar tempat itu.
 Puncak keramaian dari tempat tersebut pada waktu sore hari, karena banyak masyarakat dari kalangan tua,muda,besardan kecil sering berada di sekitar tempat itu untuk melihat pemandangan ataupun sekedar bersantai, Dan menurut segi pandang saya daerah tersebut sangatlah rawan, dan kurang efisien bagi para penikmat pemandangan kretaapi yang lewat, ataupun hanya buat sekedar bersantai.
 Karena di sekitar tempat itu langsung berada di pinggir jalan besar dan aktifitasnya sangat rame dan padat pada waktu siang,sore dan malam hari.Dalamrencanarevitalisasikawasanatauarea  inisayaakanmembanguntaman yang yangbertujuan agar parapengunjung yang sebelumnyaberada di utararel agar maupindah di taman yang akansayarencanakanini di selatanrel agar  lebihnyaman, amandantertatarapi.
Padasaatini di sekitar area lempuyanganinisendiriterdapatsebuahmonumengerbong yang sedang di kerjakanoleh PT.KAI, oleh karena itu rencana ini juga akan memberi kenyaman dan masyarakatpun juga dapat menikmati dan mengunjungi monument tersebut.
Taman tersebut akan merencanakan pembangunanya memanjang ke barat hingga ke parkiran stasiun.
Taman ininantinyaakan dibuatagaktinggidanjarakdarirelsekitar 2meter untuk keselamatan pengunjung yang akanmenikmatipemandangantersebut, jugaakansayaberipagarpembatas agar lebihamanbagianak-anakkecilataupun orang dewasa.
Tidaklupanantinyatamaninijugaakandirencanakanuntukpenanamanpohon-pohon agar lebihsejukdanditambahkan toilet untukmenunjangkenyamanpengunjung.Taman inijugaakan di berifasilitas berupa tempat duduk yang nyaman yang menghadap ke utaras ehingga bisa menikmati pemandangan lalulalang kereta api yang melintas di tempattersebut.
Untuk para pedagang-pedagang yang biasannyaberjualan di sekitar area tersebut nantinya juga akan di buatkan tempat agar lebihtertatarapi, sehingga tidak terkesan tidak rapi dan berantakan sepertisaatini.Dan nantinya parkir para pengunjung dan penikmat taman akan digabungkan dengan parkir stasiun yang sekarang, agar pengelolaan parkir lebih tertata dan dapat bernilai ekonomi untuk PT.KAI itu sendiri.
Di kawasanatau area rencana taman tersebut juga terdapat rumah sinyal keretaapi,  tetapi sudah tidak terpakai lagi, dan juga punya rencana  untuk memanfaatkan bangunan rumah sinyal tersebut sebagai sarana untuk melihat pemandangan di sekitar setasiun lempuyangan sehingga pengunjung dapat lebih tertarik untuk selalu mengunjungi tempat tersebut.
















Gambar :Lokasirencanatempatpemindahan






 







                        Gambar :Lokasisaatini yang rencananyaakandipindah




Nama : M.ARIF Hardianta
Nim    :  114080103
Kls         : A    
REVITALISASI KAWASAN
1.      Apa tanggapan masyarakat dan warga sekitar atas penataan dan pemindahan tempat penikmat pemandangan kereta api yang berada di lempuyangan(di bawah jembatan layang)
-          Jawab
Tanggapan dari masyarakat dan warga sekitar sangat bagus, Karena masyarakat dan warga sekitar juga menilai jika para penikmat atau pengunjung pamandangan tersebut makin banyak maka jalanan di bawah jembatan layang semakin padat dan dapat menimbulkan atau mengakibatkan kemacetan serta dapat menjadikan timbulnya bahaya kecelakaan di sekitar tempat tersebut. Dengan adanya penataan ini maka para pengunjung atau penikmat pemandangan ini lebih nyaman dan dapat tertata rapi serta mengurangi bahaya kecelakaan. Karena adanya lahan yang di sediakan khusus untuk para pengunjung yang akan menikmati suasana dan menghabiskan waktu di tempat itu.

2.      Apa nilai ekonomis bagi masyarakat dan PT.KAI atas pemindahan atau penataan tersebut
-jawab
Nilai ekonomis bagi masyarakat dan warga sekitar adalah,masyarakat sekitar dapat membuka lapangan kerja dengan cara berjualan di tempat yang sudah di sediakan di tempat itu. Dan untuk PT.KAI dalah akan di untungkan dari segi masyarakat yang akan mengunjungi tempat tersebut.

3.      Permasalahan apa yang akan timbul sebelum penataan dan pemindahan tersebut
-jawab
Permasalahan yang akan di hadapi jika tidak di lakukan pemindahan atau penataan ini yang pertama yaitu masyarakat yg selalu sembarangan membuang sampah jajanan  di sekitar tempat tersebut dan berserakan di sekitar rel.
Permasalahan yang kedua adalah jika pengunjung terlalu padat dan memarkir kendaraannya secara sembarangan maka akan terjadi kemacetan di sekitar tempat tersebut
-Penyelesainnya
Dengan di pindah dan di tata lebih rapi dan di sediakan tempat pembuangan sampah
Dan untuk parkir kendaraan motor dapat di satukan dengan parkiran yang berada di satsiun lempuyangan. Maka dengan ini semua di harapkan masyarakat sekitar dapat mengunjungi tempat tersebut dengan aman dan damai.























Daftar Pustaka

·         Wijoyono, Elanto. 2007. MenerkaWajahBaru Kota Budaya.WordPress.

·         Adrisijanti, Inajati. 2007. Kota Yogyakarta sebagaiKawasanPusaka; Budaya, Potensi, danPermasalahannya.

·         Rachmawati, Rini. 2009. Dasar-dasar Tata Ruang
















Minggu, 01 Juli 2012

Revitalisasi Embung Tambak Boyo


Nama   : Septian Aditya N
NIM    : 114080074
Kelas   : A

Revitalisasi Embung Tambak Boyo
Kota Yogyakarta merupakan kota yang mempunyai potensi yang besar dalam menigkatakan perkembangan dari sektor pariwisata. Dalam pengelolaanya, pemerintah Yogyakarta telah mendukung adanya suatu revitalisasi di suatu daerah yang mungkin bisa dikatakan sebagai daerah yang kurang perhatian dan ketertarikan dari masayrakat. Revitalisasi yang dimaksudkan bukan hanya semata-mata untuk meningkatkan keuntungan dari pihak pemerintah saja. Namun juga harus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatan yang telah direncanakan dari revitalisasi tersebut.
Pada saat ini kebutuhan akan regenerasi kawasan perkotaan dirasakaan semakin penting. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah globalisasi, meningkatnya kebutuhan untuk mengubah image kota (re-imagining city), dan pemanfaatan kultur sebagai suatu industry. Untuk memenangkan persaingan antarkota di dunia, sebuah kota harus memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dibandingkan dengan kota-kota lainnya. Salah satu cara untuk memiliki keunggulan tersebut adalah melalui proses re- imagining kota (Gold and Ward, 1994) yang dapat dilakukan dengan cara membuat sebuah program atau proyek yang cukup menarik dan menempatkan proyek tersebut menjadi suatu dorongan bagi para pengunjung untuk datang ke kota tersebut.
Ada beberapa strategi yang dikenal dalam melakukan regenerasi kawasan perkotaan, antara lain, melalui gentrifikasi (gentrification), revitalisasi, konservasi, dan cultural quarter (Maika, 2001). Pendekatan kultural telah menjadi trend di dunia, terutama di negara-negara Eropa, untuk membentuk image baru suatu kota di mata dunia. Perkembangan cultural quarter sebagai strategi regenerasi kawasan perkotaan mulai ramai dibicarakan sejak tahun 1990an. Pemikiran untuk menggunakan potensi kultur sebagai industri menjadi cultural quarter muncul melalui proses kreativitas. Kreativitas dalam konsep perkotaan dibentuk oleh dua faktor utama, yaitu soft factor yang terdiri dari sejarah kota, sistem nilai, image, dan cara hidup (lifestyle), serta hard factor, yaitu fasilitas kultural (cultural facilities), akses terhadap informasi dan pengetahuan di bidang sosial, kultural, ekonomi, dan pembangunan fisik perkotaan. Dalam studi perkotaan, kota-kota yang berhasil dalam melakukan regenerasi melalui proses kreativitas itu kemudian dikenal sebagai creative city, suatu terminologi yang sangat populer di kalangan praktisi perencanaan perkotaan.

Adapun tujuan program pelestarian Kawasan Pusaka (Adhisakti, 2003) adalah :
a. Membangun kepedulian banyak pihak dalam pelestarian pusaka.
b. Menjadi acuan perencanaan dan pengelolaan pelestarian secara berkesinambungan dan menyeluruh.
c. Mendorong kemandirian bagi masyarakat untuk mampu mengelola kawasan bersejarahnya.
d. Menjembatani kolaborasi lintas sektor, bidang ilmu dan keahlian yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan pelestarian.
e. Meningkatkan kualitas lingkungan kawasan bersejarah dan pendapatan masyarakat.
Salah satu potensi yang dimiliki kota Yogyakarta adalah Embung Tambak Boyo. Embung Tambakboyo merupakan salah satu waduk yang berada di wilayah Sleman, Yogyakarta. Sebenarnya waduk ini terletak diantara tiga Desa yaitu Condongcatur, Maguwo dan Wedomartani. Perencanaan  pembangunan dari embung ini telah berjalan sejak tahun 2003 selama 5 tahun sampai tahun 2008 dan saat ini telah selesai pengerjaannya. Waduk yang luasnya 7,8 hektar dan volume tampungan sekitar 400.000 m3 ini memiliki wilayah yang cukup luas. Fungsi utama dari waduk ini adalah cadangan dan resapan air tanah untuk warga Bantul, Sleman, Yogyakarta, sebagai sarana pengairan, dan cadangan air untuk PDAM dimasa mendatang. Namun dalam pengembangan waduk ini sering digunakan sebagai sarana rekreasi seperti memancing, berolahraga, bahkan piknik.
Wilayah sekitar waduk ini telah didesain khusus dengan rapi sehingga memiliki pemandangan yang indah. Waduk ini memiliki lokasi yang cukup mudah untuk dilalui. Letak pastinya adalah sekitar 1 km kearah utara dari Ringroad utara depan kampus Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Transportasi juga mudah jika anda menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Tiket untuk masuk sangatlah terjangkau, dengan harga Rp 2000,- untuk sepeda motor dan Rp 3000,- untuk mobil.
Embung Tambak Boyo juga tersedia beberapa fasilitas yang cukup memadai, yaitu diantaranya Kolam pemancingan, warung makanan dan minuman, toilet yang bersih, dan parkir yang cukup memadai. Dahulu pernah ada penyewaan perahu dayung dan jet sky, namun karena kurangnya pengunjung maka sekarang sudah nonaktif.
Untuk mengaktifkan kembali potensi yang telah dimiliki oleh Embung Tambak Boyo ini secara maksimal, maka perlu adanya revitalisasi dan rekonstruksi terhadap tempat ini. Konsep yang digunakan dalam me-revitalisasi kawasan ini yaitu dengan menggunakan pemanfaatan lahan kosong sebagai tempat dimana akan dibangun beberapa sarana yang dapat menunjang adanya kegiatan pariwisata ditempat tersebut. Pokok pemikiran dasar berupa pembangunan empat menara observasi, dua kereta gantung, revegetasi tanaman hijau, lampu-lampu penerangan sekitar jalan berkonblok di pinggir kolam, pembangunan kios-kios suvenir dan warung makan yang lebih menarik, mengaktifkan kembali fasilitas perahu dayung, pembuatan taman rumput hijau, dan beberapa pembenahan area diluar dan disekitar embung.
Dalam meningkatkan keinginan dan minat dari pengunjung, maka perlu dibuat suatu ide yang dapat menimbulkan kesan keingintahuan yang tinggi dari pengunjung. Pembangunan menara observasi, adalah salah satu solusinya. Tujuan dari pembangunan menara ini adalah pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekitar berupa persawahan dan panorama pemukiman kota Yogyakarta dari ketinggian 21 meter dari tanah. Terdapat juga teropong yang dapat digunakan untuk melihat sekitar. Untuk mencapai atas, pengunjung akan dimanjakan dengan sebuah lift kecil yang dapat menampung 6-7 orang. Tiket masuk menara akan diberlakukan tersendiri, terlepas dari tiket masuk embung. Terdapat juga dua orang pengawas yang bertugas menjaga keamanan diatas menara. Dari pembangunan menara tersebut, maka dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Penempatan tampat menara yaitu, dua disebelah barat embung dan dua di sebelah timur embung.
Rounded Rectangle: Gambaran foto udara menara kereta gantungKemudian dari pembangunan keempat menara tersebut, akan dibangun dua Kereta gantung yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk menikmati suasana diatas embung. Konsep kereta gantung ini yaitu dengan menghubungkan menara disebelah barat dan timur dengan melewati bagian atas dari kolam besar di embung tersebut. Kereta gantung tersebut dapat menampung 3-4 orang penumpang. Pembangunan dari kedua fasilitas ini dibuat sedemikian rupa oleh ahli konstruksi agar dapat berdiri kokoh dan tetap terjaga keamanannya. Faktor lingkungan sekitar sangatlah berpengaruh terhadap daya tahan konstruksi, seperti faktor kecepatan angin dan cuaca yang sangat berpengaruh atas keberlangsungan diadakannya fasilitas tersebut.
Tidak lupa pula ditambahkan beberapa tanaman hijau seperti cemara atau pinus yang ditanam untuk menjaga keindahan dan kerapian dari tempat tersebut. Tanaman-tanaman ini diharapkan dapat digunakan sebagai peneduh bagi para pengunjung apabila nanti kemudian akan tumbuh menjadi tanaman yang besar. Disepanjang jalan di embung, akan diberi lampu penerangan setiap 15 meter. Sehingga dapat menimbulkan kesan gemerlap pada saat malam hari.
Kios-kios dan warung-warung makan akan ditingkatkan kerapian dan keindahannya dengan merenovasi bagunan dengan kayu yang telah dicat warna-warni layak pakai. Sehingga apabila suatu tempat terlihat bersih dan rapi, maka akan meningkatkan rasa kenyamanan dan keinginan dari pengunjung. Kios-kios akan diisi oleh barang suvenir khas jogja dan beberapa makanan khas jogja. Sedangkan warung makan, akan disajikan makanan ala seafood dan ikan air tawar. Selain itu pengunjung yang ingin mengolah hasil tangkapan ikan dari memancing dapat diolah di situ. Para penjual kios dan warung tersebut, tidak lain adalah masyarakat sekitar yang mendapatkan modal dari pinjaman pemerintah dan koperasi. Dan tidak ketinggalan pembuatan taman rumput kecil yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk menikmati panorama alam sekitar.
Tidak hanya pengembangan di dalam embung yang di rencanakan, tetapi juga terdapat penataan area diluar embung. Karena untuk menunjang suatu potensi yang maksimal dari suatu tempat, maka perlu diperhatikan masalah komponen lingkungan sekitar yang berpengaruh. Seperti salah satunya adalah tempat pembuangan sampah sementara dari pintu masuk sebelah barat. Perlu adanya kerapian, masalah etika, dan pencemaran dari tempat tersebut. Pembuatan konstruksi seperti atap dan dinding dapat dibuat untuk mengatasi masalah etika. Karena dapat menyebabkan bau dan mengganggu pemandangan dari sampah tersebut. Kemudian pembuatan alat pengepres sampah atau incenerator ramah lingkungan yang dapat digunkan untuk mengatasi masalah kerapian. Dan juag dibuat saluran air yang terpisah, sehingga sampah-sampah yang mengandung zat-zat pencemar tidak akan masuk ke saluran air yang berujung di embung.
            Dari semua kegiatan revitalisasi dan rekonstruksi diatas, apabila kegiatan tersebut dapat terealisasikan, maka perlulah diadakannya suatu pendekatan sosial tehadap masyarakat. Pemanfaatan media dan forum pembicaraan sangatlah penting bagi kelanjutan pengembangan ini. Sosialisasi terhadap pihak yang berkaitan dengan proses pengembangan ini juga harus diatur dengan rapi. Sehingga tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Tujuan utama dari pengambangan ini adalah untuk memajukan masyarakat sekitar yang masih kekurangan masalah edukasi dan ekonomi. Maka untuk kelangsungan pengembangan ini, tergantung dari pengembang itu sendiri untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan masyarakat yang ingin lebih maju dalam peningkatan taraf dan kualitas hidup.

Daftar Pustaka

Adhisakti, Laretna T, 2003. Revitalisasi Kawasan Pusaka di Berbagai Belahan Bumi, Harian Kompas, Minggu, 13 November 2003.
Gold, John R, & Ward, Stephen V, eds. 1994, Place Promotion, The Use of Publicity and Marketing To Sell Towns and Cities, John Willey & Sons, Wst Sussex, United Kingdom
Maika, Amelia, 2001. Cultural Quarter / Kuarter Kultur (?): Suatu Alternatif Dalam Strategi Regenerasi Kawasan Perkotaan, Center for Population and Policy Studies, Gadjah Mada University.