KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Selasa, 08 Desember 2015

REVITALISASI GUNUNG API PURBA SEBAGAI CAGAR ALAM GEOLOGI

Latar Belakang
Gunung api purba Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung kidul, Provinsi D.I.Y. Gunung api purba berasal dari gunung api dasar laut yang berumur miosen sekiat 36 juta tahun yang lalu. Proses terjadinya gunung api bawah laut diawali dengan adanya tekanan/gaya endogen dari magma yang ada didalam perut bumi yang berada di bawah dasar kerak samudera, akibat dari tekanan/gaya tersebut maka terjadi ketidak stabilan dari kerak samudera sehingga mengakibatkan terjadinya pemekaran kerak samudera. Akibat pemekaran ini menyebabkan keluarnya magma yang bersifat basa/basal yang cair kepermukaan dasar samudera dalam bentuk lava pijar. Dengan terakumulasinya endapan lava yang secara terus menerus maka permukaan dasar samudera menjadi lebih tinggi ke arah permukaan laut, disinilah awal proses terbentuknya gunung api bawah laut. Gunung api purba yang berasal didasar laut terangkat kemudian menjadi daratan jutaan tahun yang lalu. Di daerah penelitian mempunyai bentuklahan vulkanik dengan kenampakan yang khas yaiut bentuk kubah atau  (plug dome). Proses terjadinya kubah lava atau (plug dome) di karenakan keluarnya magma hingga mencapai kepundan karena sifatnya yang asam magma tidak segera mengalir ke lereng gunungapi tetapi membeku di kepundan dan membentuk sebagai sumbat gunung api.







                                     Gambar gunung api purba dengan bentuk Plug dome
Batuan gunung api purba Nglanggeran merupakan produk dari lontaran magma gunung api pada saat gunung api bererupsi. Dalam istilah geologi dikenal sebagai “bomb” atau aglomerat. Dari ukuran dan sebarannya, material ini berukuran sangat besar dan luas, sehingga dapat dibayangkan kondisi erupsi gunung api ini sangatlah besar pada waktu tersebut. Gunung api purba ini memiliki nama formasi yaitu formasi Nglanggeran dimana terdapat satuan batuan breksi andesit dan lava andesit.
 









Gambar : Satuan batuanr Breksi vulkanik dari letusan gunung api purba


                                                                                                                             



Gambar : lontaran batuan breksi vulkanis dari hasil erupsi gunung api purba
 







Gambar : satuan batuan lava andesit hasil dari erupsi gunung api purba

Pembentukan gunung api purba ini berkaitan dengan formasi semilir atau sering di sebut candi ijo prambanan lokasi ini terletak  di Desa Candi ijo, Kecamatan Patuk, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat singkapan endapan abu vulkanik purba (berumur 20 – 30 juta tahun) yang mencapai ketebalan >50 m membentuk morfologi bukit. Ini adalah bukti bahwasanya batuan tuff yang terdapat di candi ijo berasal dari abu letusan gunung api purba semilir. Formasi semilir ditumpangi oleh formasi Nglanggeran, yang lebih muda, yang terdiri dari breksi andesit dan lava andesit. Hadirnya gunung api purba menunjukan bahwa setelah terbentuk hamparan luas hasil letusan gunung api semilir, kemudian disusul dengan tumbuhnya gunung api strato baru, yakni gunung api purba Nglanggeran.







Gambar : Singkapan satuan batuan Tuff (endapan abu vulkanik) di formasi semilir Desa candi ijo
Tujuan penelitian
Untuk menentukan arah revitalisasi berbasis kebumian, sosial dan budaya agar ekowisata cagar budaya geologi tetap lestari dan dikenal masyarakat luas.
Arah revitaliasai kawasan gunung api purba dan sekitarnya
Untuk mewujudkan gunung api purba sebagai kawasan sejarah geologi dan dapat memberikan manfaat sebesar – besarnya untuk masyarakat, maka perencanaan revitalisasi harus dilakukan secara bijaksana, dengan mempertimbangkan faktor – faktor teknis, finansial, sosial, dan pertimbangan lingkungan.
a.       Secara Sosial
-      Masyarakat dan atau pihak – pihak yang berada di daerah gunung api purba
-      Masyarakat di sekitar (radius 200 meter) dari gunung api purba baik yang bermukim maupun yang menggarap/mengelola lahan. Wajib melakukan Perlindungan daerah gunung api purba dengan menggarap tanah secara bijaksana yang bertujuan agar menjaga sistem bangunan dan pengelolaan lahan agar tidak terjadi longsor atau erosi.
-      Penyusunan program dan pelaksanaan konservasi gunung api purba perlu dilakukan dengan modal partisipatif, untuk membangun persepsi dan sikap keperdulian semua pihak yang terkait terhadap ekowisata gunung api purba. Hal ini selain memberikan manfaat finansial dan ekonomi, diharapkan juga dapat memberikan manfaat sosial khususnya bagi masyarakat sekitar.
b.       Secara pertimbangan lingkungan
-      Teknik konservasi tanah Metode terasering, teras bangku, dan pembuatan geludan selain mengurangi laju erois juga sebagai penangkapan air. Terasering, teras bangku dan geludan di buat memanjang dengan searah garis kontur pada daerah lereng atau perbukitan untuk menjebak dan mengurangi laju aliran air permukaan (run off).
c.        Secara teknis
-      Membuat peta lintasan untuk melakukan  geotrek menyusuri gunung api purba dan daerah wisata seperti air terjun, embung Nglanggeran dan sekitar gunung api purba dimana terdapat proses dan struktur geologi yang mengungkap sejarah gunung api purba dengan berjalan kaki, menggunakan kereta mobil atau menggunakan motor cross.
-      Yang bertujuan menyebarkan seluas mungkin ke masyarakat umum sejarah dan bukti bukti atau fenomena riwayat gunung api purba.
-      Membuat wisata pertanin keadaan tanah di lokasi penelitian cocok sebagai pertanian lahan kering untuk ditanami tanaman palawija seperti jagung, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, ketela dan tanaman tahunan seperti jati dan mahoni.
d.       Secara finansial
-      Membuat paket perjalanan geotrek
-      Membuat wisata outbound air di daerah aliran sungai gunung api purba
-      Mengembangkan potensi kerajinan seni mengukir kayu mahoni dan jati di Desa Nglanggeran

Daftar Pustaka
Demografi potensi Desa Nglanggeran tahun 2013 - 2014




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Revitalisasi Kawasan