KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Senin, 21 Desember 2015

Revitalisasi Pasar Tradisional Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Induk Provinsi Bangka Belitung



Agfiyogi Patrianusa

                114120058 

          
Kondisi Pasar Tradisional Pangkalpinang
 
Dengan adanya globalisasi, persaingan antara pasar tradisional dan retail modern tidak bisa dihindari. Membanjirnya retail modern di kota-kota tampaknya tidak bisa dibendung. Kondisi ini tentunya dapat menjadi ancaman bagi keberadaan pasar tradisional. Dalam hal ini kebijakan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan jalannya perekonomian. Pemerintah harus peka dan peduli untuk melindungi pasar tradisional yang memang masih dibutuhkan masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan juga masyarakat di daerah pinggiran atau pedesaan. Keberadaan pasar tradisional juga harus mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah. Keberpihakan pemerintah dalam hal ini menjadi penting, mengingat aset pasar adalah milik pemerintah dan pedagang hanya memegang hak pakai. Pemerintah wajib melindungi pasar sebagai upaya terpadu guna membangun ketahanan pasar yang berkelanjutan dan mampu memberdayakan pasar sebagai ruang kegiatan ekonomi dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat.
Kepadatan Pasar Pangkalpinang lama
Salah satu pasar tradisional yang kondisinya sangat perlu perhatian khusus yaitu pasar tradisional yang berada di Kota Pangkalpinang. Pasar tradisional yang besar selama ini menjadi perdebatan dikarenakan kondisi pasar yang sangat menyedihkan. Hal tersebut dikarenakan kondisi pasar tradisional tersebut sangatlah kotor, letak kios pedagangnya tidak teratur dan sampah dimana - mana. Selain hal tersebut pasar tradisional di kota Pangkalpinang ini kejahatan sosial merajalela, seperti pencopetan, atau penodongan. Perlunya perbaikan atau proses revitalisasi pasar tradisional ini sangatlah penting untuk masyarakat dan pastinya pedagang yang ada didalamnya. Revitalisasi ini sangat berguna untuk menata ulang pasar tradisional dalam aspek social, fisik dan ekonomi dari pasar ini. Kondisi yang baik juga akan meningkatkan kualitas dari pasar, selain itu pasar tradisional ini memiliki peran penting bagi masyarakat serta pemerintah setempat. 
Konsep Revitalisasi Pasar Tradisional Pangkalpinang
            Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulu pernah vital atau hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran atau degradasi. Dengan demikian revitalisasi pasar adalah merupakan suatu usaha untuk mencoba memvitalkan kembali fungsi pasar tradisional yang semakin mundur karena persaingan dengan pasar modern. Skala revitalisasi bisa terjadi pada tingkatan mikro maupun makro. Proses revitalisasi melalui beberapa tahapan, yaitu
a.        Aspek fisik
Meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, tata hijau, sistem penghubung, reklame dan ruang terbuka area (urban realm). Dalam hal ini isu lingkungan menjadi penting dan perlu diperhatikan. Perencanaan fisik tetap harus dilandasi pemikiran jangka panjang.
b.       Aspek Ekonomi
Revitalisasi yang diawali dengan proses peremajaan artefak urban harus mendukung proses rehabilitasi kegiatan ekonomi formal maupun informal (local economic development) sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi daerah yang bersangkutan.
Sketsa Pasar Pangkalpinang Terevitalisasi
c.        Aspek sosial atau institusional
Revitalisasi tidak hanya sekedar fisik tetapi juga harus memberi dampak positif bagi dinamika dan kehidupan sosial masyarakat yang harus didukung dengan pengembangan institusi yang baik. Dalam hal ini unsur budaya juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan revitalisasi sebuah daerah. Dengan merevitalisasi pasar tradisional yang sesuai sasaran akan dapat menciptakan pasar tradisional dengan berbagai fungsi, seperti tempat bersantai, berekreasi, bahkan untuk berolah seni dan raga. Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk dilakukan adalah mensinergikan pasar tradisional dan tempat perbelanjaan modern sebagai satu kesatuan fungsional, tetapi tidak dalam satu bangunan fisik, apalagi barang yang diperjual belikan hampir sama. Dengan demikian maka pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan pasar modern dan tetap eksis, bahkan menjadi "icon" bagi daerah yang bersangkutan. Hal ini konsisten dengan penelitian Rokhmat Slamet (2012) yang berjudul "Analisis Daya Tarik dan Strategi Manajemen Pasar Tradisional" dengan menggunakan analisis matriks, hasilnya menunjukkan:
a.        keberadaaan pasar tradisional masih di butuhkan
b.       Pasar tradisional bersifat statis. Kondisi inilah yang membuat orang banyak meninggalkan pasar tradisional
c.        Upaya revitalisasi pasar harus memperhatikan faktor manajemen pasar dan distribusi yang berdampak pada berbagai aspek tata kelola
d.       Pemerintah harus lebih responsif untuk menjaga kelangsungan hidup pasar tradisional
e.        Pasar tradisional dengan konsep manajemen modern merupakan solusi untuk mensejajarkan diri dengan pasar modern
Adapun strategi yang dapat digunakan dalam merevitalisasikan pasar tradisional kota kota ini yaitu:
1. Strategi pertama
a. Fasilitasi dana dan birokrasi dalam pengembangan
b. Pelestarian nilai sejarah sebagai objek wisata
c. Perpaduan dengan paket wisata lainnya
d. Peningkatan promosi dan informasi wisata belanja
2. Strategi kedua
a. Memberikan nilai tambah bagi pasar tradisional dengan pengendalian harga
b. Fasilitas fasilitas ekspor-impor
c. Optimalisasi pemanfaatan lahan
3. Strategi ketiga
a. Pemberdayaan komunitas pasar
b. Optimalisasi pengelolaan sebagai obyek wisata belanja
c. Peningkatan kualitas bangunan atau lingkungan sebagai koridor wisata
d. Menjamin keamanan bagi wisatawan
4. Strategi keempat
a. Pengembangan model pengelolaan dan pemasaran
b. Pengendalian harga dan pengembangan bangunan atau lingkungan
c. Peningkatan ketertiban pedagang guna optimalisasi lahan
Daftar pustaka
-           Slamet, Tradisional. Jurnal Ilmiah Ekonomi Rokhmad. 2012. Analisis Daya Tarik dan Strategi Manajemen Pasar Akuntansi Manajemen Pelita Ilmu
-           Cristina Whidya Utami. 2006. Manajemen Ritel: Strategi dan Implementasi Ritel Modern. Jakarta: Salemba Empat.
-           Fatimah dan Sujadi (2013) yang berjudul "Analisis Dampak Sosial Ekonomi Revitalisasi Pasar Tradisional: Studi pada Pasar Nusukan dan Sidodadi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMS: Penelitian Reguler Kompetitif.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Revitalisasi Kawasan