KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Selasa, 26 Juni 2012

PENGEMBANGAN EKO-WISATA KELURAHAN WIROGUNAN DARI KACAMATA MAPALA YOGYAKARTA



 ( M. GHOZALI M. S - 114.080.102)

Taman siswa merupakan nama daerah yang sangat terkenal di Jogjakarta. Daerah ini berada di kelurahan Wirogunan, kabupaten Jogjakarta.daerah ini terkenal karena pada daerah ini dulunya ada sekolah bersejarah yang didirikan oleh K. H. Dewantara. Namun, dengan banyaknya sekolah yang ada sekarang nama taman siswa pun tidak lagi terkenal seperti dahalu kala. Padahal bila dilihat dari segi sejarahnya, daerah Tamsis (Taman Siswa.red) maerupakan daerah yang sangat penting bagi sejarah pendidikan di Negara tercinta ini.
Pada daerah ini, bila diperhatikan dengan seksama banyak terdapat ketimpangan kondisi sosial, dan pendidikan. Hal yang mungkin akan mengherankan bagi para pembaca. Bagaimana mungkin daerah yang terkenal dengan Taman Siswa ini bisa demikian. Hal yang sedikit bisa menjawab adanya pertanyaan ini adalah kurangnya keadilan kesejahteraan bagi masyarakat.
Kesejahteraan selama ini merupakan mimpi dari semua orang di negeri ini. Banyak orang yang mengharapkan kesejahteraan dapat diwujudkan dan tidak hanya menjadi “mimpi pada siang bolong belaka”. Karena sangat sulitnya untuk terwujud sehingga banyak yang menyimpulkan “kesejahteraan adalah tidak mungkin”. Memang ada beban terberat pada pemerintah, untuk menciptakan sistem pembangunan yang berkelanjutan yang menghasilkan kesejateraan. Tapi pemberdayaan masyarakat untuk bersama – sama membangun daerahnya, demi terwujudnya impian bersama adalah suatu hal yang sangat baik. Karena adanya istilah “ Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing ”, masyarakat dan pemerintah membangun daerahnya akan lebih mudah, dibandingkan dengan masyarakat hanya membebani pemerintah untuk mecari kesejahteraan.
Menciptakan atau setidaknya mengkonsep suatu daerah menjadi daerah eko-wisata merupakan hal mudah yang bisa dilakukan. Karena wisata dan atau eko-wisata adalah harapan terbesar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dimasa mendatang. Dimasa depan harapan adannya dukungan dari sektor SDA non renewable ( tidak terbaharukan ) ini pun seharusnya mulai diantisipasi, dengan menciptakan sumber pemasukan lainnya yang berupa desa eko-wisata. Selain cukup minimalis dan kegiatan ini bersama – sama masyarakat dan bermanfaat untuk masayratakat.
Mapala atau akronim dari Mahasiswa Pecinta Alam adalah sekumpulan akademisi yang mencintai alam. Sekumpulan akademisi ini berusaha semaksimal mungkin dari apa yang mereka punya, untuk mengekplotasi alam tanpa mengindahkan keberlangsungan alam itu sendiri. Alam yang dicintai ini bukan hanya gunung, hewan dan tumbuhan langka, goa, sungai yang berjeram, tapi juga isi alam lainnya yang bernilai sangat penting, seperti manusia dengan sisi sosialnya. Karena bagi mereka apa arti hidup bila tidak mampu menghidupkan yang lainnya.
Oleh karena itu penulis berupaya menuangkan ide yang dimilika untuk merevitalisasi dan melakukan penataan pada daerah Taman Siswa, Kel. Wirogunan. Dimana rencananya yang akan dilakukan, antara lain :
1. Pemasangan Biopori
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor. Lubang biopori ini banyak memiliki fungsi, yang antara lain : mengurang volume air genangan pada permukaan tanah, menjadi tempat pembuatan kompos, tempat hidup binatang tanah yang menggeburkan tanah, dan lainnya, (sumberhttp://id.wikipedia.org/wiki/Biopori).
            2. Penanaman Bibit Tanaman
Penanaman bibit bertujuan menciptakan suatu ekosistem dari tumbuhan yang sesuai dengan keinginan kita. Penaman bibit tanaman ini hanya membutuhkan lahan seluas 1 x 1 m2. Penanaman bibit tanaman ini dapat dilakukan di perkarangan rumah, depan toko, maupun pada daerah yang kosong lainnya.
Selain bermanfaat mengubah CO2 menjadi O2, mengurangi debu dari jalan, pohon tersebut dapat menghasilkan buah, kita juga dapat terlindung dari panasnya sinar matahari yang menyengat, dan dapat mengurangi kebisingan kendaraan yang berlalu – lalang.
            3. Penataan Kandang Ternak
Kandang adalah salah satu kebutuhan penting dalam bisnis peternakan. Fungsi utama kandang adalah untuk menjaga supaya ternak tidak berkeliaran dan memudahkan pemantauan serta perawatan ternak. Terdapat banyak sekali jenis kandang, baik berdasarkan tipe maupun bahan yang digunakan untuk membuat kandang tersebut, sedangkan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. secara tidak langsung kandang juga mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil peternakan. Kandang yang fungsional akan menambah pendapatan bagi para pemiliknya. ( sumber, http://anekamesin.com/kandang-ternak-ayam-kandang-battery.html )
            4. Pembuatan Wahana Bermain Anak
Anak membutuhkan suatu lahan untuk bermain.  Karena setiap anak membutuhkan ruang gerak yang luas untuk bisa mengekspresikan dirinya, baik secara fisik maupun mental. Dengan adanya lahan bermain yang aman, hal ini dapat mengurangi bahaya kecelakaan bagi anak. Meskipun dalam kegiatan mainnya anak terkadang harus diawasi oleh orang dewasa.
5.  Pembuatan Wahana Pujasera dengan Entertaiment Budaya Lokal
PUJASERA merupakan kepanjangan dari Pusat Jajanan Serba Ada. Tempat yang  menampung sebuah kegiatan utama yaitu makan dan minum. Tempat ini menyediakan berbagai macam pilihan makanan dan  minuman yang  disediakan melalui kedaikedai atau restoran restoran yang  dikelompokkan menjadi satu  bangunan maupun dalam berbagai bangunan dalam satu area pada suatu kota tertentu. Tempat untuk makan atau sitting area bisa berupa tempat makan bersama ( communal eating  area ). Dengan entertainment budaya lokal, kita dapat memperkenalkan budaya lokal tersebut pada pengunjung yang datang di pujasera tersebut. Hal ini dapat mempererat hubungan sosial manusia pribumi dengan para pendatang.
6.  Pendalaman Kali Code
Mendalamkan sungai yang semakin dangkal akibat adanya aktivitas merapi, yang mana material yang dikeluarkannya banyak yang memenuhi kali code.. Bila dibiarkan terjadi pendangkalan kali code, maka pada saat hujan deras maka air akan memenuhi badan kali code dan dapat memungkinkan adanya luapan ke sekitar pemukiman masyarakat.
7. Museum Sejarah Pendidikan KH. Dewantara
Museum yang dapat menceritakan perjuangan dari KH. Dewantara untuk dapat memanusiakan manusia yang ada di NKRI agar dapat terlepas dari penjajahan yang ada.
·           http://epetani.deptan.go.id/budidaya
·           http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori

1 komentar:

  1. BAGUS SEKALI IDE nya pak M. GHOZALI M. S, kapan kita mulai implementasinya, sebagai elemen masy. ALMAPALASI siap bersinergis bersama-sama lintas komunitas yang lain. Ini nomor HP saya +62 813 8215 6222

    BalasHapus

Revitalisasi Kawasan