KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Minggu, 05 Juni 2016

Pengembangan Kawasan Pariwisata Kabupaten Blora “Waduk Tempuran” secara Revitalisasi dan Penataan Lingkungan

Nama: Yulanda Kurnia Pradani
NIM: 114130017




Blora merupakan sebuah kabupaten yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Blora di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Pati, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro Jawa Timur, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Grobogan.
Di bidang pariwisata sendiri Kabupaten Blora memiliki beberapa tempat wisata yang cukup indah dan menjadi tujuan wisata bagi para wisatawan dari berbagai daerah. Salah satu tempat wisata yang cukup menarik di Kabupaten Blora adalah Waduk Tempuran.

Dusun Duwet Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora

Waduk Tempuran dibangun pada awal tahun 2000 dengan luas kurang lebih 4.675  Ha. Waduk Tempuran terletak di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora berjarak 15 km kearah utara dari jantung kota Blora. Waduk ini memiliki pemandangan yang indah dan air yang sangat melimpah pada saat musim hujan. Pemanfaatan air dari Waduk Tempuran salah satunya yaitu sebagai irigasi sawah dan ladang yang ada di sekitar waduk. Kebutuhan air meliputi kebutuhan air untuk domestik dan non domestik, industri, pemeliharaan sungai, peternakan, perikanan, dan irigasi (Bambang Triatmodjo, 2008 : 340).
Hal menarik yang dapat dilihat pada saat mengunjungi Waduk Tempuran adalah terdapat sebuah dusun kecil yang terletak di tengah – tengah Waduk, yaitu Dusun Duwet. Di area Waduk Tempuran terdapat beberapa warung – warung makan yang cukup besar dan area pemancingan, losmen, wisata air, waterbom, dll. Mengembangkan dan memanfaatkan keindahan bentuk fisik kawasan pariwisata Waduk Tempuran merupakan salah satu upaya untuk menarik jumlah pengunjung. Untuk itu, strategi yang digunakan untuk mengembangkan kawasan wisata Waduk Tempuran dapat dilakukan melalui revitalisasi dan penataan ruang atau kawasan. Penataan ruang adalah pengaturan optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan bagi kegiatan pembangunan berbagai sektor yang membutuhkan ruang (Djauhari Noor, 2011 : 326).

Gambar Konsep Pembangunan dan Revitalisasi Waduk Tempuran

Konsep pembangunan waduk yang dapat dilakukan antara lain:
1.      Pembangunan Bendungan dan Pusat Oleh – Oleh Khas Blora
Bendungan (dam) dapat didefinisikan sebagai suatu penghalang (barrier) yang dibangun memotong sungai untuk menampung air selama periode tertentu dan melepaskannya kembali apabila dibutuhkan. Dengan memiliki daya tampung tersebut sejumlah besar air sungai yang melebihi kebutuhan dapat disimpan dalam waduk dan baru dapat dilepas mengalir ke dalam sungai lagi di hilirnya sesuai dengan kebutuhan pada waktu yang diperlukan.
Area yang cukup luas tetapi hanya sedikit bangunan membuat Waduk Tempuran terlihat kosong. Sehingga di area- area yang strategis dan kosong akan lebih baik dibangun stand pusat oleh – oleh khas Blora.
2.      Penanaman Pohon di sekitar Waduk
Pohon merupakan salah satu sumber oksigen terbesar di bumi, dengan adanya pohon lingkungan sekitar akan terasa lebih sejuk dan rindang. Dahulu sebelum Waduk Tempuran ramai dengan para wisatawan, masih terdapat banyak pohon beringin dan pohon asam di pinggir jalan di sekitar bendungan. Semakin banyaknya pengunjung, untuk memperluas jalan dan pembangunan beberapa warung makan di area waduk pohon – pohon tersebut ditebang tanpa ada penghijauan ulang. Hal tersebut membuat beberapa jalan di area waduk terlihat gersang pada saat musim kemarau. Sehingga penanaman pohon harus dilakukan untuk mengembalikan suasana Waduk menjadi lebih hidup dan rindang.
3.      Penataan dan Perawatan Wahana Waterbom
Di area Waduk Tempuran terdapat beberapa warung makan yang cukup besar, beberapa losmen, dan area wisata berupa waterbom. Waterbom di area tersebut cukup besar dan cukup ramai oleh para pengunjung setiap minggunya. Tetapi perawatan beberapa wahana kurang baik dan ada beberapa wahana yang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal tersebut dapat membahayakan dan menurunkan minat para wisatawan yang berkunjung. Sehingga perawatan dan penataan ulang area waterbom harus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan minat pengunjung.
4.      Penataan dan Pembangunan Warung Warung di area Waduk Tempuran
Waduk Tempuran terdiri dari beberapa warung makan lesehan yang cukup besar dengan keunikan warung masing – masing. Tetapi hanya terdapat dua warung lesehan yang cukup besar dan cukup terkenal. Maka dari itu pembangunan warung dipusatkan di dua warung lesehan tersebut agar area di sekitar warung lesehan dapat dilakukan pembangunan untuk wahana yang lain. Warung lesehan masing – masing disediakan area pemancingan untuk meningkatkan minat para pengunjung yang hobi memancing. Menu – menu andalan di warung lesehan tersebut antara lain gurami bakar/goreng, nila bakar/goreng, gurami/nila asam manis, dll.
5.      Penghidupan Kembali Wisata Air dan Wisata Keliling Waduk Menunggangi Kuda
Waduk Tempuran sebagai tempat berlatih atlet - atlet dayung Kabupaten Blora, yang sudah mampu berbicara baik ditingkat Nasional maupun Internasional. Tidak jarang pada sore hari banyak atlet dayung berlatih dan beberapa kali diadakan perlombaan dayung di area tersebut. Para pengunjung yang ingin berlatih mendayung, telah disediakan atlet yang sudah berpengalaman untuk melatih olahraga dayung.
Adanya sarana wisata air berupa Becak Air mengelilingi waduk yang dapat ditumpangi sebanyak empat orang. Namun, beberapa waktu terakhir wisata air tersebut sudah tidak ada lagi dikarenakan rusaknya sepeda air tersebut. Maka dari itu untuk lebih menarik minat para pengunjung khususnya anak – anak, wisata Becak Air harus dihidupkan kembali dan dilakukan perawatan agar pearalatan tidak mudah rusak.
Beberapa warga masyarakat di Dusun Duwet memelihara kuda dan tak jarang para pengunjung menyewa kuda tersebut untuk berkeliling mengitari waduk dengan menunggangi kuda. Tapi sayangnya tidak ada tempat resmi untuk menyewa kuda, sehingga ada beberapa pengunjung yang tidak tahu tentang mengelilingi waduk dengan menunggangi kuda.
Sehingga akan dibangun suatu tempat atau stand untuk menaiki Becak Air, menyewa alat dayung untuk berlatih olahraga dayung, dan menyewa kuda untuk berkeliling waduk.
6.      Pembangunan Losmen atau Penginapan
Losmen di area Waduk Tempuran terlihat sepi dan kurang menarik. Pembangunan losmen atau penginapan yang unik dapat meningkatkan minat para pengunjung untuk menginap, terutama pengunjung yang berasal dari luar kota. Penginapan tersebut terletak tepat di depan Waterbom, sehingga sangat cocok untuk para pengunjung yang mengajak anak – anak yang ingin bermain air menginap di losmen tersebut.


Daftar Pustaka
Mukono, H.J. 2002. Epidemiologi Lingkungan. Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair : Surabaya
Noor, Djauhari. 2011. Geologi untuk Perencanaan. Graha Ilmu : Yogyakarta

Triatmojo, Bambang. 2008. Hidrologi Terapan. Beta Offset : Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Revitalisasi Kawasan