KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Senin, 13 Juni 2016

Revitalisasi Kawasan Budaya Jetayu, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah


Lusia Tri Untari
114130138
  
Pekalongan adalah salah satu bagian dari Jawa Tengah yang sangat strategis letaknya, memiliki dua wilayah yaitu kabupaten dan kota yang berbatasan langsung dengan pantai utara pulau Jawa. Karena letaknya yang sangat strategis berada di jalur Pantura, yaitu di antara Jakarta dan Surabaya, perekonomian Kota Pekalongan cukup maju di antara kota-kota lain di Jawa Tengah yaitu dalam bidang industri, perikanan dan properti. Dalam bidang perikanan, Kota Pekalongan memiliki sebuah pelabuhan perikanan terbesar di Pulau Jawa, Pelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan dari berbagai daerah. Selain menjadi kawasan pelabuhan, daerah ini juga terkenal dengan industri batiknya dan merupakan jaringan kota kreatif UNESCO yang memiliki city branding World’s City of Batik. Kota yang dipandang sebagai suatu obyek studi dimana didalamnya terdapat masyarakat manusia yang sangat kompleks, telah mengalami proses interelasi antarmanusia dan antara manusia dengan lingkungannya (Yunus, 2000).
Kawasan Budaya Jetayu merupakan kawasan pusat kota dari Kota Pekalongan yang berada di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. kawasan ini berupa lapangan yang dikelilingi bangunan-bangunan tua jaman Belanda yang dahulunya merupakan pusat kegiatan dimasanya. Disekitar lapangan Jetayu terdapat Kantor Pos Pekalongan, Museum Batik yang dahulunya digunakan sebagai Kantor Administrasi Pabrik Gula Jaman Belanda. Selain itu terdapat pula sisa-sisa bangunan benteng yang sekarang dimanfaatkan sebagai rutan bagi paranapi di wilayah Pekalongan. Rata-rata bangunan tua disekitar lapangan Jetayu dibangun pada tahun 1700-1900an. Dan disekitar kawasan tersebut ada beberapa fasilitas umum yang masih digunakan sampai saat ini diantaranya Gereja, Rumah Sakit, Sekolah, dan Pasar.



Dilihat dari sejarahnya, kawasan ini merupakan kawasan yang maju pada masanya. Dan sekarang kawasan ini menjadi kawasan ramai pada jam-jam malam karena banyak yang ingin menghabiskan waktu dimalam hari di tempat ini. Ditunjang pula dengan adanya bangunan-bangunan tua yang sebagian besar yang ada diwilayah Pekalongan berada dikawasan ini.Kawasan lapangan Jetayu sering menjadi tempat untuk event-event besar seperti yang sering dilakukan tiap tahun yaitu Festival Batik Internasional.
Rencana revitalisasi kawasan ini yaitu menjadikannya kawasan City Walk dengan mengedepankan ruang terbuka hijau bagi masyarakat mengingat cuaca di Kota Pekalongan begitu panasnya, baik siang maupun malam hari. Dengan adanya fasilitas publik yaitu ruang terbuka hijau diharapkan masyarakat menemukan tempat untuk bersantai tanpa harus bayar mahal. Dengan menutup jalan yang ada didepan Museum Batik, dan membuka pagar besi yang ada dihalaman Museum Batik, diharapkan dapat mempermudah akses warga dari lapangan menuju Museum maupun GOR Jetayu.
Kawasan Jetayu, Pekalongan

Kerusakan lingkungan yang terjadi ternyata telah memicu kesadaran untuk melestarikan lingkungan dan sumber daya yang ada (Hermawan, 2014). Namun karena kurangnya perawatan sehingga banyak bangunan yang tidak terurus dan tiap tahun pasti daerah tersebut tergenang banjir dari Kaliloji yang berada tepat di selatan kawasan ini. Dengan menjadikannya ruang terbuka hijau bagi masyarakat, kawasan ini akan menjadi pusat budaya dan ikon Kota Pekalongan. Hasil dari suatu evaluasi sumberdaya menjadi suatu dasar bagi tahap-tahap selanjutnya dalam perencanaan dan pengembangan wilayah (Rustiadi, 2011).
Kawasan Jetayu, Pekalongan

Rencana ini akan didukung dengan adanya kantong-kantong parkir yang dibuat untuk menambah fasilitas umum di kawasan ini. Tepi Kaliloji akan dijadikan lahan parkir, dan Jl. Jetayu akan diberlakukan jalan dua arah dan Jl. Museum Batik Nasional akan ditutup sehingga para pejalan kaki bebas untuk menyambangi kawasan Museum dari arah lapangan Jetayu. Selain itu penataan bangunan yang akan menjadi wisata kota tua di Pekalongan akan ditambahkan dengan fasilitas toilet umum yang masih jarang di kawasan ini.
Dan sesuai dengan fungsinya yang tertera pada RTRW Kota Pekalongan tahun 2009-2029 bahwa Kawasan Lapangan Jetayu merupakan kawasan Cagar Budaya dan Kawasan Strategis karena terdapat aset bangunan bersejarah yang harus dilindungi dan dilestarikan. Penataan kawasan ini menjadi City Walk ditunjang juga dengan adanya Kawasan Pecinan di belakang gereja Katholik dan Kampung Arab di Jl. Surabaya. Diharapkan dengan adanya penataan ini, kawasan ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan diluar Pekalongan.

Hermawan, Much Taufik Tri, dkk. 2014. Pengelolaan Kawasan Konservasi. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.
Rustiadi, Ernan. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta : Crestpent Press

Yunus, Hadi Sabari. 2000. Struktur Tata Ruang Kota. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Revitalisasi Kawasan