KENALKAH JENIS KONSERVASI ?

Minggu, 26 Juni 2016

REVITALISASI TERMINAL BARANANGSIANG BOGOR SEBAGAI TERMINAL TERINTEGRASI UNTUK PENUNJANG FASILITAS TRANPORTASI BAGI MASYARAKAT DAN WISATAWAN


OLEH : RIZKY RAMADYANZA/114130074

Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 59 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 1.030.720 jiwa (2014). Kota Bogor merupakan salah satu kota penyangga ibu kota dengan kondisi alam yang relatif lebih nyaman dibandingkan kota penyangga lainnya sehingga menjadi alternatif permukiman bagi penduduk, baik yang datang dari sekitar Bogor maupun dari daerah lainnya. Selain itu Kota Bogor merupakan kota wisata dan kota penghubung antara daerah seperti Cianjur, Sukabumi, Depok dan Jakarta.
Sebagai kota penyangga ibu kota sudah seharusnya Kota Bogor mempunyai fasilitas tranportasi yang memadai dan berstandar untuk menunjang mobilitas kegiatan masyarakat baik untuk bekerja maupun untuk berwisata salah satunya adalah terminal. Kota Bogor mempunyai terminal yang terbesar, tertua dan tersibuk yaitu Terminal Baranangsiang. Terminal ini juga titik penghubung Bogor dengan kota lainnya. Ribuan orang memanfaatkan terminal ini baik yang hendak ke luar Bogor maupun ke dalam Bogor.
Gambar 1.1 Kondisi Eksisting Terminal Baranagsiang Bogor. 2016
Menurut Nasution (2004:15), transportasi diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Proses pengangkutanmerupakan gerakan dari tempat asal, dari mana kegiatan angkutan dimulai, ketempat tujuan, ke mana kegiatan pengangkutan diakhiri. Transportasi selalu menjadi bahasan utama terkait tema penataan suatu daerah atau kawasan. Melalui manajemen dan infrastruktur transportasi yang baik, mobilitas masyarakat dan roda ekonomi bisa berjalan secara simultan dan berkesinambungan. Tak hanya moda transportasinya, isu ini juga berkaitan erat dengan model atau konsep terminal-nya. Terminal sebagai sentral utama pengendalian sarana transportasi, memiliki peran yang cukup vital dalam menunjang kelancaran jasa pengangkutan penumpang - dari ketepatan waktu, ketertiban naik turun penumpang, maupun lainnya.
Namun pada kenyatannya, kondisi terminal baranangsiang saat ini sangat memprihatinkan, terminal yang seharusnya menjadi penunjang untuk aktifitas masyarakat tampak terlihat tidak layak, hal ini dibuktikan dengan banyaknya aspal yang bolong, bangunan yang kumuh dan hampir rubuh, sampah berserakan, dan bau tidak sedap yang tentunya sangat mengganggu kenyamanan penumpang. Disisi lain juga hal tersebut berpeluang menjadikan terminal menjadi tempat tidak aman seperti tempat berkumpulnya preman, gelandangan yang berdampak pada kegiatan kejahatan.
           Revitalisasi terminal sangat diperlukan untuk penyegaran dan peningkatan fasilitas terminal. Revitalisasi ini berguna untuk menata ulang terminal baranangsiang yang diharapkan dampaknya akan sampai terhadap masyarakat, pengusaha dan pemerintah baik dari aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek fisik. Kondisi yang lebih baik akan membuat terminal menjadi nyaman untuk digunakan bagi penumpang yang akan berpergian.
Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran/degradasi. Skala revitalisasi ada tingkatan makro dan mikro. Proses revitalisasi sebuah kawasan mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial. 
Sebagai sebuah kegiatan yang sangat kompleks, revitalisasi terjadi melalui beberapa tahapan dan membutuhkan kurun waktu tertentu serta meliputi hal-hal berikut:
1. Aspek fisik, fisik mengawali kegiatan fisik revitalisasi dan dilakukan secara bertahap, meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, tata hijau, sistem penghubung, sistem tanda/reklame dan ruang terbuka kawasan (urban realm).
2.   Aspek Ekonomi
Revitalisasi yang diawali dengan proses peremajaan artefak urban harus mendukung proses rehabilitasi kegiatan ekonomi formal maupun informal (local economic development) sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi daerah yang bersangkutan.

3.      Aspek sosial atau institusional
Revitalisasi tidak hanya sekedar fisik tetapi juga harus memberi dampak positif bagi dinamika dan kehidupan sosial masyarakat yang harus didukung dengan pengembangan institusi yang baik. Dalam hal ini unsur budaya juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan revitalisasi sebuah daerah.

            Pada revitalisasi Terminal Baranangsiang ini konsep yang digunakan adalah Transit Oriented Develoment atau pengembangan terminal diarahkan kepada suatu aktifitas terintegrasi dengan mengawinkan terminal dengan kegiatan bisnis retail, perhotelan dan perkantoran. Hal ini dipertimbangkan dari lokasi yang strategis dan juga perkembangan zaman. Rencana tersebut diantaranya adalah pembangunan terminal dengan fasilitas yang modern, pembangunan mall yang dikhusukan untuk kegiatan UKM dan perkantoran dan juga pembangunan hotel untuk penunjang pariwiasata di Kota Bogor.
            Terminal Baranangsiang ini nantinya akan dibuat 2 lantai yang mana lantai 1 dibuat untuk keberangkatan keluar kota dan lantai 2 digunakan untuk keberangkatan dalam kota. Selain itu juga akan di buat parkiran dengan 2 lantai yang mana dapat digunakan penumpang untuk menyimpan kendaraannya dan diharapkan masyarakat menjadi gemar menggunakan tranportasi umum untuk bekerja atau berpergian dengan fasilitas yang baik seperti rencana ini.




Keuntungan dari Revitalisasi terminal Baranangsiang diantaranya adalah :
1.   Terciptanya ketertiban lalu lintas dan mengurangi kemacetan.
2.   Membuat tampilan terminal menjadi bagus, rapih dan memiliki nilai estetika
3.   Meningkatkan pendapatan asli daerah dan terciptanya pemberdayaan pedangang dan pekerja di bidang tranportasi
4.   Menyerap tenaga kerja karena selain terminal juga terdapat pusat bisnis dan hotel
5.   Pengusaha dan supir bus sangat terbantu dengan adanya revitalisasi ini karena penumpang menjadikan terminal sebagai pusat kegiatan yang berkaitan dengan transportasi darat.
6.   Mengubah budaya masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.


DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim, Adam. 2010. Revitalisai Administrasi Pembangunan. Jakarta : Alfabeta.
Khairunisa. 2011. Analisa Potensi Wilayah Kecamatan Bogor. Bogor : IPB
Khozaini, Muhammad. 2015. Memaknai Optimalisasi Terminal Barangsiang. Bogor : Heibogor.com
Nasution, M.N. 2008. Manejemen Transportasi. Jakarta : Ghalia Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Revitalisasi Kawasan